Newcastle Incar Mourinho, Eks Bek Chelsea Beri Peringatan Keras
LONDON, iNews.id - Jose Mourinho diragukan mampu membawa Newcastle United meraih gelar besar meski namanya masuk kandidat pengganti Eddie Howe.
Pelatih asal Portugal itu disebut menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan manajemen Newcastle. Ketertarikan muncul karena reputasinya sebagai pelatih sarat gelar di berbagai liga top Eropa.
Selain Mourinho, Newcastle juga mempertimbangkan nama lain seperti Roberto Mancini dan Andoni Iraola. Ketiganya masuk radar jika terjadi pergantian pelatih pada musim panas mendatang.
Ketertarikan terhadap Mourinho tidak lepas dari statusnya sebagai sosok besar di dunia sepak bola. Dia pernah meraih tiga gelar Premier League serta total 27 trofi sepanjang karier kepelatihan.
MU Siapkan Regenerasi! Bek Muda Favorit Mourinho Dipantau Lebih dari 10 Kali
Saat ini, Mourinho sedang menangani Benfica setelah menandatangani kontrak dua tahun sejak September. Sebelumnya, dia sempat melatih Fenerbahce dan Roma usai meninggalkan Tottenham Hotspur pada 2021.
Mantan anak asuhnya di Chelsea, Robert Huth, memberikan gambaran mengenai karakter Mourinho sebagai pelatih. Dia menyebut Mourinho memiliki standar tinggi dan pendekatan yang keras terhadap pemain.
Bursa Pelatih Real Madrid Memanas: Mourinho Dicoret, Klopp Masih Terdepan
"(Mourinho adalah) sosok pahlawan. Dia sangat keras kepada Anda, bukan hanya kepada saya, tetapi kepada semua orang," kata Huth dikutip dari Talk Sport.
"Dia memiliki standar yang sangat tinggi, tetapi dia juga memperlakukan Anda seperti anaknya sendiri. Dia keras, jujur, tidak selalu menyenangkan, terutama saat Anda bermain buruk atau melakukan kesalahan," ujarnya.
Jose Mourinho Serang Balik Vinicius Junior: Benfica Bukan Klub Rasis!
Meski memberikan pujian, Huth juga menyampaikan penilaian jujur terkait kemampuan Mourinho saat ini. Dia menilai era terbaik pelatih tersebut mungkin sudah berlalu.
"Mungkin tidak, jika melihat beberapa tahun terakhir," tuturnya.
Komentar Mengejutkan Jose Mourinho soal Rumor Kembali ke Real Madrid
"Setiap orang memiliki masa puncak, pemain, pelatih, semua orang. Itu tidak berarti dia tidak bisa bekerja dengan baik, tetapi untuk memenangkan gelar terbesar lagi? Mungkin tidak," ucapnya.
Meski mendapat keraguan, Mourinho masih mencatat performa cukup stabil bersama Benfica. Dia belum terkalahkan di liga musim ini dengan 18 kemenangan dan 8 hasil imbang dari 26 pertandingan.
Trofi terakhir yang dia raih terjadi pada 2022 bersama Roma saat menjuarai Conference League. Namun sejak saat itu, dia belum kembali meraih gelar besar.
Situasi ini membuat Newcastle harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengambil keputusan. Nama besar saja dinilai tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di masa depan.
Editor: Reynaldi Hermawan