Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Carrick Beri Lampu Hijau, MU Buang Pemain ke Liga Turki
Advertisement . Scroll to see content

MU dan Chelsea Pernah Dekati Jurgen Klopp, Red Bull Tak Menghalangi

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:20:00 WIB
MU dan Chelsea Pernah Dekati Jurgen Klopp, Red Bull Tak Menghalangi
Jurgen Klopp dirumorkan akan kembali menjadi pelatih. (Foto: Fortune)
Advertisement . Scroll to see content

LEIPZIG, iNews.id – Jurgen Klopp pernah didekati Manchester United (MU) dan Chelsea sebelum bergabung dengan Red Bull, dan kini Red Bull dikabarkan tidak akan menghalangi jika dia ingin kembali melatih. Situasi ini memunculkan spekulasi baru mengenai masa depan mantan pelatih Liverpool tersebut.

Jurgen Klopp telah menjabat sebagai Head of Global Soccer Red Bull selama lebih dari satu tahun sejak meninggalkan Liverpool pada 2024. Dalam peran itu, dia mengawasi operasional sepak bola di jaringan Red Bull yang mencakup RB Leipzig, Red Bull Salzburg, New York Red Bulls, hingga Bragantino di Brasil.

Secara komersial, kehadiran Jurgen Klopp meningkatkan eksposur global Red Bull. Namun di lapangan, performa belum sepenuhnya stabil, dengan RB Leipzig saat ini menempati posisi kelima klasemen Bundesliga.

Media Austria, Salzburger Nachrichten melalui BILD, melaporkan Red Bull tidak akan menghambat jika Jurgen Klopp ingin kembali ke dunia kepelatihan. Laporan tersebut menyebut peluang comeback tetap terbuka.


Agen Beberkan Ketertarikan MU dan Chelsea

Agen Jurgen Klopp, Marc Kosicke, mengungkap sejumlah klub besar dan tim nasional pernah menghubungi kliennya. Manchester United (MU) dan Chelsea termasuk di antaranya.

“Mungkin suatu saat dia akan mengatakan perlu mencium aroma ruang ganti lagi. Tapi saat ini dia sangat, sangat bahagia dengan perannya,” kata Kosicke kepada Transfermarkt.

Kosicke juga mengungkap Inggris dan Amerika Serikat sempat membuka komunikasi untuk posisi pelatih tim nasional. Dia menyebut peluang itu datang sebelum Jurgen Klopp menerima peran di Red Bull.

“Sebelum bergabung dengan Red Bull, Jürgen bisa saja melatih Amerika Serikat atau Inggris. Mungkin juga Jerman jika Julian Nagelsmann belum ada. Bahkan Chelsea dan Manchester United bertanya, meskipun Jurgen sudah menyatakan tidak akan melatih klub lain di Inggris,” tuturnya. 

“Pertanyaan seperti itu terus datang. Dia sangat bahagia dengan apa yang telah dia capai. Dan tetap luar biasa dikenang sebagai salah satu dari sedikit pelatih yang hanya menangani tiga klub dan tidak pernah dipecat,” tambahnya.

Jurgen Klopp sendiri pernah memberi sinyal soal kemungkinan kembali ke Liverpool. Dalam podcast bersama Stephen Bartlett, dia tidak sepenuhnya menutup pintu.

“Saya mengatakan tidak akan pernah melatih tim lain di Inggris, itu berarti jika Liverpool, secara teori itu mungkin,” ujar Jurgen Klopp.

Dia menegaskan menikmati peran barunya. “Saya tidak tahu persis, saya mencintai apa yang saya lakukan sekarang. Saya tidak merindukan melatih, saya melatih sekarang hanya berbeda. Saya tidak merindukan berdiri di tengah hujan dua setengah sampai tiga jam; saya tidak merindukan konferensi pers tiga kali seminggu dan 12 wawancara seminggu. Saya tidak merindukan itu; saya benar-benar tidak,” katanya.

Rumor mengenai masa depan Jurgen Klopp diperkirakan akan terus menguat, terutama jelang agenda internasional besar musim panas ini. Untuk saat ini, dia masih memegang peran strategis di Red Bull.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut