Misteri Kutukan Ballon d’Or di Piala Dunia Tak Pernah Pecah 70 Tahun, Messi Jadi Korban
PHILADELPHIA, iNews.id - Bintang Timnas Prancis Ousmane Dembele menjadi sorotan utama dalam perbincangan kutukan 70 tahun Ballon d’Or. Sampai saat ini kutukan itu belum pernah berhasil ditembus para peraih trofi pemain terbaik dunia tersebut di ajang Piala Dunia.
Di tengah ekspektasi besar sebagai pemenang Ballon d’Or 2025, Dembele justru masih berjuang mempertahankan tempatnya di skuad Timnas Prancis. Performa terbarunya bersama PSG di level internasional memicu tanda tanya dari pelatih dan publik.
Saat Prancis menghadapi Senegal, Dembele turun sebagai bagian dari lini depan bertabur bintang bersama Michael Olise, Desire Doue, dan Kylian Mbappe. Namun kontribusinya minim dan jauh dari ekspektasi.
Dia hanya mencatat satu tembakan tidak tepat sasaran, tanpa peluang tercipta, tanpa dribel, dan tanpa sentuhan di kotak penalti lawan. Performa itu membuat dia ditarik keluar pada menit ke-80.
Ironisnya, penggantinya, Bradley Barcola, langsung mencetak gol dua menit setelah masuk. Situasi ini membuat staf pelatih Prancis kembali mengevaluasi peran Dembele dalam tim utama.
Dalam 60 penampilan bersama tim nasional, Dembele baru mencetak tujuh gol. Catatan itu membuat sebagian pendukung Prancis masih belum sepenuhnya yakin dengan kontribusinya di level internasional.
Sorotan terhadap Dembele semakin besar karena statusnya sebagai pemenang Ballon d’Or 2025, penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola dunia. Namun sejarah menunjukkan, status itu justru menjadi beban di Piala Dunia.
Sejak 1956, tidak satu pun dari 17 pemain yang menyandang status Ballon d’Or saat Piala Dunia berlangsung berhasil menjadi juara dunia di tahun yang sama. Nama besar seperti Johan Cruyff, Ronaldo Nazário, Lionel Messi, hingga Cristiano Ronaldo masuk dalam daftar tersebut.
Messi sendiri pernah meraih Ballon d’Or pada 2021, namun trofi edisi 2022 jatuh kepada Karim Benzema sebelum Piala Dunia Qatar digelar. Benzema bahkan absen di turnamen tersebut akibat cedera.
Kondisi ini membuat “kutukan Ballon d’Or” semakin dikenal luas di dunia sepak bola. Tidak ada pemenang yang mampu menggabungkan gelar individu tertinggi dengan mahkota Piala Dunia dalam periode yang sama.
Meski begitu, Prancis masih menaruh harapan besar pada Dembele. Dia diperkirakan tetap masuk dalam rencana rotasi pelatih saat menghadapi Irak di Philadelphia.
Namun persaingan internal semakin ketat. Bradley Barcola diprediksi mendapat tempat utama, sementara pemain lain seperti Desire Doue juga bersaing untuk posisi inti di lini depan.
Di lini belakang, Prancis masih mengandalkan Dayot Upamecano dan William Saliba, meski posisi bek sayap seperti Jules Kounde dan Theo Hernandez masih rawan digeser.
Sementara itu, perubahan di lini tengah juga berpotensi terjadi dengan Lucas Digne dan Manu Kone disebut siap masuk menggantikan beberapa nama utama.
Dembele kini berada di persimpangan penting: membuktikan status Ballon d’Or di panggung terbesar atau menambah panjang daftar bintang yang “tumbang” oleh kutukan Piala Dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan