Mirip Tragedi Kanjuruhan, Laga Liga Argentina Boca Juniors Vs Gimnasia Diganggu Gas Air Mata
LA PLATA, iNews.id - Laga Liga Argentina yang mempertemukan klub top Boca Juniors dengan Gimnasia La Plata terpaksa ditunda karena adanya gas air mata dan korban jiwa. Pertandingan pekan ke-23 itu digelar di markas Gimnasia, Stadion Juan Carmelo Zerillo, La Plata, Argentina, pada Jumat (7/10/2022).
Berdasarkan kabar TYC Sports, kericuhan terjadi di luar stadion Gimnasia. Hal itu terjadi lantaran membludaknya penonton yang hadir di stadion berkapasitas 21 ribu kursi itu.
Pihak panitia pun segera menutup gerbang masuk lebih awal. Kapasitas Stadion diketahui telah penuh sedangkan masih banyak pemilik tiket belum masuk.
Alhasil para penonton yang masih di luar stadion pun memaksa untuk masuk. Pihak kepolisian setempat pun mulai bertindak tegas setelah menilai situasi yang sudah tidak kondusif. Tembakan gas air mata dan peluru karet pun dilepaskan.
Pemkab Jember Ganti Duit Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan untuk Bayar Ambulans
Parahnya gas air mata tersebut masuk ke dalam stadion. Staf dan para pemain dua klub tersebut dilaporkan terkena dampaknya.
Kasus Tragedi Kanjuruhan Kini Ditangani Polda Jatim, Polri Beberkan Alasannya
Laga pun dihentikan sejak menit kesembilan babak pertama. Kerusuhan itu lantas meninggalkan satu korban jiwa. Seorang pria berusia 56 tahun meninggal dunia karena sesak akibat gas air mata. Diketahui salah satu penonton tersebut memiliki masalah jantung.
Para penonton yang berada di dalam stadion pun berhasil dievakuasi. Belum diketahui berapa banyak jumlah korban yang mengalami luka-luka.
Partai Perindo Berharap Tragedi Kanjuruhan Tak Berhenti di Tagar Berduka: Harus Diusut Tuntas
"Semua penonton di dalam stadion berhasil dievakuasi. Sayangnya ada laporan kematian orang berusia 56 tahun yang memiliki masalah jantung," laporan sumber TYC Sports, Jumat (7/10/2022).
Adapun insiden gas air mata itu serupa dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan pada awal bulan Oktober 2022 ini. Tragedi itu menyita perhatian media internasional karena memakan ratusan korban jiwa.
Tragedi Kanjuruhan, Legenda Persib Doa Bersama, Hadir Djanur hingga Robby Darwis
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya