Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arsenal Tergelincir, Superkomputer Ramal Juara Liga Inggris 2025-2026 Berubah?
Advertisement . Scroll to see content

Mikel Arteta Akui Sempat Malu usai Arsenal Bantai Tottenham, Kok Bisa?

Senin, 23 Februari 2026 - 07:00:00 WIB
Mikel Arteta Akui Sempat Malu usai Arsenal Bantai Tottenham, Kok Bisa?
Arteta mengaku sempat merasa malu usai Arsenal ditahan Wolves sebelum bangkit dan menghancurkan Tottenham 4-1 untuk menjauh di puncak klasemen Liga Inggris. (Foto: ESPN)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Arteta mengaku sempat merasa malu sebelum Arsenal bangkit dan menghajar Tottenham 4-1 dalam derby London utara yang mengguncang papan atas Premier League, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa The Gunners unggul lima poin di puncak klasemen.

Dua gol Eberechi Eze dan dua gol Viktor Gyökeres membuat Arsenal tampil dominan di markas Tottenham Hotspur. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan menjadi lima kemenangan beruntun atas Spurs, torehan terbaik sejak 1989.

Sorotan tajam sempat mengarah ke Arsenal setelah mereka gagal mempertahankan keunggulan dan bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Gol penyeimbang terjadi pada sentuhan terakhir laga, membuat kritik terhadap mentalitas tim makin keras.

Arsenal merespons tekanan itu dengan performa meyakinkan. Setelah gol penyama kedudukan menit ke-34 dari Randal Kolo Muani, Arsenal tampil agresif di babak kedua dengan mencetak tiga gol tambahan untuk memastikan kemenangan telak.

Arteta menilai timnya menunjukkan karakter kuat. “Rasanya seperti kami menunjukkan siapa diri kami sebenarnya,” kata dia seusai pertandingan dikutip dari ESPN.

“Namun, kami harus menunjukkannya lagi dan lagi karena jika hanya menganalisis perasaan setelah setiap pertandingan, itu seperti naik rollercoaster besar dan tidak akan berkelanjutan," ujarnya.

Arteta Soroti Emosi dan Kebangkitan Tim

Arteta mengungkapkan periode 72 jam setelah laga melawan Wolves menjadi ujian mental bagi timnya.

“Saya tidak bisa lebih bangga dan lebih bahagia atas apa yang saya lihat di lapangan, terutama cara kami menjalani 72 jam terakhir karena pertandingan ini membutuhkan konteks khusus," tuturnya.

Dia menyinggung kekecewaan akibat kehilangan dua poin di detik akhir.

“Setelah apa yang terjadi melawan Wolves dan cara kami kehilangan dua poin pada tendangan terakhir pertandingan, itu sangat berat. Namun, itulah indahnya sepak bola. Tidak ada penjelasan saat menonton ulang pertandingan bagaimana kami bisa bermain imbang. Dari sudut mana pun Anda melihatnya, Anda akan berkata itu mustahil, lalu Anda menontonnya lagi dan merasa itu tidak akan terjadi," ucapnya.

Arteta juga berbicara soal gejolak emosi di ruang ganti.

“Namun itu terjadi, dan Anda harus bangkit karena Anda merasa marah, kecewa, dan pada satu titik merasa malu. Kami semua berasal dari berbagai negara, memiliki perasaan berbeda, lalu Anda harus menyatukan semuanya. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama mereka, menyelaraskan semua orang, dan mengatakan, ‘Oke, apa yang akan terjadi di bab berikutnya?’”

Di sisi lain, pesaing terdekat Arsenal, Manchester City, memiliki satu laga tunda. Pelatih City Pep Guardiola sempat berkelakar ingin memberi waktu pemainnya menikmati minuman selama jeda singkat.

Saat ditanya apakah dia akan melakukan hal serupa, Arteta menjawab tegas, “Saya tidak minum koktail. Jadi, tidak, kami akan melakukan cara kami sendiri.”

Menurut dia, padatnya jadwal di berbagai kompetisi membuat jeda ini penting untuk mengambil napas, melakukan evaluasi, lalu kembali fokus hingga jeda internasional.

Arsenal kini berada dalam posisi kuat, namun dia menegaskan timnya harus terus membuktikan kualitas di setiap pertandingan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut