Menggila di Bologna, Thiago Motta Jadi Kandidat Kuat Pelatih Baru Juventus
TURIN, iNews.id- Pelatih Bologna, Thiago Motta masuk radar sebagai calon pelatih baru Juventus pengganti Massimiliano Allegri. Motta tampil apik saat membesut Bologna.
Kabar tersebut didapat dari laporan Football Italia, Selasa (5/3/2024). Menurut laporan tersebut, Motta adalah sosok favorit untuk menggantikan posisi Allegri di Juventus musim depan.
Juventus dilaporkan menempatkan Motta di posisi teratas dalam radar mereka. Apalagi, Direktur Olahraga mereka yakni Cristiano Giuntoli merupakan pengagum pelatih berusia 44 tahun tersebut.
Kabarnya, Giuntoli sudah membidik Motta kala dia masih bekerja di Napoli. Di mana pada musim lalu, dia ingin menjadikan Motta sebagai pengganti Luciano Spalletti namun tidak kesampaian.
Xavi Hernandez Bakal Tinggalkan Barcelona, Diganti Pelatih Bologna?
Tak ayal jika Si Nyonya Tua tertarik untuk mendatangkan sosok pelatih berusia 41 tahun itu. Pasalnya, dia sukses menyulap Bologna tampil ciamik Liga Italia musim ini. Rossoblu -julukan Bologna- saat ini sedang duduk di posisi empat dengan mengoleksi 51 poin.
Bologna mengoleksi 14 kemenangan, sembilan imbang, dan hanya menelan empat kekalahan dari 27 pertandingan Liga Italia yang telah dimainkan musim ini. Torehan ini membuat mereka masuk dalam zona Liga Champions musim depan.
Hasil Coppa Italia: Dramatis! Inter Milan Kena Comeback Disingkirkan Bologna
Juventus bukanlah satu-satunya klub yang tertarik dengan Motta. Pasalnya, ada juga beberapa klub besar Eropa yang juga menjadikannya sebagai targetnya. Klub yang dimaksud adalah AC Milan, Napoli, dan Barcelona.
Peluang klub besar itu untuk mendatangkan Motta sebenarnya cukup terbuka. Sebab, kontrak pelatih asal Italia itu di Bologna akan berakhir pada akhir musim ini atau tepatnya pada 30 Juni 2024.
Simone Inzaghi Murka Inter Milan Ditahan Bologna usai Unggul 2 Gol
Belum diketahui pasti apakah Motta akan memperpanjang masa baktinya bersama Bologna. Yang pasti Rossoblu pasti ingin mempertahankan juru taktiknya itu, mengingat tangan dinginnya memoles Joshua Zirkzee dan kolega.
Editor: Ibnu Hariyanto