Mauricio Souza Bingung soal Masa Depan Pemain Persija, Andritany hingga Paulo Ricardo Terancam Pergi!
JAKARTA, iNews.id – Mauricio Souza buka suara soal masa depan sejumlah pemain Persija Jakarta yang kontraknya segera habis pada akhir musim Super League 2025-2026. Pelatih asal Brasil itu mengaku belum mengetahui nasib para pemain andalan Macan Kemayoran.
Persija Jakarta memang sedang menghadapi situasi cukup rumit menjelang berakhirnya musim. Beberapa pemain penting seperti Andritany Ardhiyasa, Paulo Ricardo, Carlos Eduardo, hingga Eksel Runtukahu dikabarkan akan habis kontrak.
Situasi tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait komposisi skuad Persija musim depan. Mauricio Souza pun tidak bisa memberi kepastian apakah para pemain tersebut akan tetap bertahan atau tidak.
Pelatih berusia 52 tahun itu menilai para pemain Persija tampil cukup baik sepanjang musim ini. Namun, dia menegaskan keputusan soal kontrak bukan sepenuhnya berada di tangannya.
“Yang bisa saya katakan adalah Persija memiliki tim yang sangat kuat, dan saya sangat senang dengan para pemain yang saya miliki,” ujar Mauricio Souza dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Kamis (21/5/2026).
“Tetapi siapa yang tetap tinggal dan siapa yang tidak, itu tidak sepenuhnya bergantung pada saya,” sambung pelatih asal Brasil tersebut.
Selain membahas masa depan pemain, Mauricio Souza juga menyinggung posisinya di Persija Jakarta. Dia belum bisa memastikan bakal tetap melatih Macan Kemayoran musim depan.
Situasi itu muncul setelah Persija gagal memenuhi target juara Super League 2025-2026. Macan Kemayoran dipastikan hanya finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Meski gagal menjadi juara, performa Persija musim ini sebenarnya cukup impresif. Mauricio Souza mampu membawa tim tampil lebih konsisten dibanding beberapa musim sebelumnya.
Sejak Liga Indonesia kembali memakai format satu wilayah pada 2017, pencapaian poin Persija musim ini termasuk salah satu yang terbaik. Sebelumnya, rekor poin tertinggi Persija tercipta pada Liga 1 2022-2023 dengan koleksi 66 poin saat finis sebagai runner-up.
Sementara ketika menjadi juara Liga 1 2018, Persija hanya mengumpulkan 62 poin. Pada musim ini, tim asuhan Mauricio Souza sudah mengoleksi 68 poin dan masih berpeluang menutup musim dengan 71 poin.
Peningkatan performa tersebut ternyata belum cukup membawa Persija menjadi juara. Posisi ketiga membuat Mauricio Souza tetap dianggap gagal memenuhi target utama klub musim ini.
Mauricio Souza mengaku baru akan membahas komposisi tim setelah ada keputusan soal masa depannya bersama Persija Jakarta.
“Ketika saya duduk dan memutuskan masa depan saya, maka kita akan melihat dan membicarakan susunan pemain,” tutupnya.
Kondisi ini membuat masa depan Persija Jakarta menjadi sorotan menjelang berakhirnya musim Super League 2025-2026. Selain nasib Mauricio Souza, keputusan terkait pemain-pemain inti juga diprediksi bakal menentukan kekuatan Macan Kemayoran musim depan.
Editor: Abdul Haris