Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fabio Lefundes Tinggalkan Borneo FC? Pindah ke Klub Rival
Advertisement . Scroll to see content

Mauricio Souza Beberkan Penyebab Persija Gagal Juara, Ternyata Bermasalah di Kandang

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:48:00 WIB
Mauricio Souza Beberkan Penyebab Persija Gagal Juara, Ternyata Bermasalah di Kandang
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Foto: Persija)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMauricio Souza membongkar penyebab utama Persija Jakarta gagal meraih gelar juara Super League 2025-2026 meski tampil impresif sepanjang musim. Pelatih asal Brasil itu menilai performa Macan Kemayoran yang kurang konsisten saat bermain di kandang menjadi faktor terbesar kegagalan timnya.

Persija Jakarta menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Macan Kemayoran mencatatkan 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan dari total 34 pertandingan.

Meski gagal menjadi juara, Persija tetap mencatat salah satu musim terbaik dalam satu dekade terakhir. Tim ibu kota bahkan membukukan rekor poin tertinggi sejak era Liga 1 dimulai.

Mauricio Souza mengaku cukup puas dengan performa timnya saat bermain tandang. Namun, dia menyebut hasil kandang yang tidak maksimal membuat Persija kehilangan peluang besar dalam perebutan gelar juara.

“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi,” ujar Mauricio Souza dikutip dari laman resmi Persija Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Souza, Persija Jakarta justru tampil sangat kuat saat menjalani laga tandang. Statistik musim ini menunjukkan Macan Kemayoran menjadi salah satu tim dengan performa tandang terbaik di kompetisi.

“Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang,” katanya.


Persija Kehilangan Banyak Poin di Kandang

Secara statistik, Persija Jakarta memang tampil cukup seimbang dalam jumlah kemenangan kandang dan tandang. Macan Kemayoran sama-sama mencatat 11 kemenangan di kandang maupun tandang.

Namun, sejumlah laga kandang justru menjadi batu sandungan bagi Persija. Tercatat, tim asuhan Mauricio Souza mengalami empat hasil imbang dan dua kekalahan saat bermain di hadapan pendukung sendiri.

Sebaliknya, performa tandang Persija jauh lebih stabil. Macan Kemayoran sukses meraih 11 kemenangan dan hanya sekali bermain imbang saat tampil di markas lawan.

“Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin. Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” tutur Souza.

Kartu merah yang diterima pemain Persija juga disebut ikut memengaruhi performa tim dalam beberapa pertandingan penting. Situasi tersebut membuat Persija gagal menjaga konsistensi hingga akhir musim.

Meski gagal menjadi juara, Mauricio Souza tetap memberi apresiasi kepada perjuangan para pemain sepanjang kompetisi. Dia menilai skuad Macan Kemayoran sudah menunjukkan perkembangan besar dibanding musim-musim sebelumnya.

Dengan torehan 71 poin, Persija Jakarta kini memiliki modal kuat untuk menatap musim depan. Mauricio Souza diharapkan mampu memperbaiki kelemahan tim, khususnya saat bermain di kandang, agar Macan Kemayoran bisa kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut