Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komentar Simon Tahamata usai Timnas Indonesia U-17 Dua Kali Kalah dari China
Advertisement . Scroll to see content

Masuk Grup Neraka di Piala Asia, Timnas Indonesia U-17 Diminta Percaya Diri

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:25:00 WIB
Masuk Grup Neraka di Piala Asia, Timnas Indonesia U-17 Diminta Percaya Diri
Timnas Indonesia U-17. (Foto: PSSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Timnas Indonesia U-17 masuk grup neraka di Piala Asia U-17 2026. Garuda Muda diminta tetap percaya diri menghadapi Jepang, China, serta Qatar.

Grup B dihuni tiga tim dengan rekam jejak kuat di level Asia. Jepang sudah empat kali menjadi juara, China dua kali meraih gelar, sedangkan Qatar memiliki satu titel yang diraih pada 1990.

Turnamen Piala Asia U-17 2026 akan berlangsung di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei 2026. Persaingan di fase grup dipastikan berlangsung ketat sejak pertandingan pertama.

Secara historis, pencapaian terbaik Timnas Indonesia U-17 terjadi pada 1990 dengan menempati peringkat keempat. Catatan tersebut menjadi tolok ukur untuk generasi sekarang.

Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, mengakui kekuatan tiga lawan tersebut. Meski begitu, dia menegaskan tim tidak boleh merasa rendah diri.

"Jepang, Cina, Qatar, kuat. Kita masih punya waktu untuk berlatih keras, bermain keras, mentalitas musti lebih baik. Kita tahu tiga negara itu (kuat) berbahaya, tapi bola itu bundar," tegas Simon kepada awak media di Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).


Simon Tahamata Tekankan Mentalitas Bertanding

Simon menilai mental dan kerja keras menjadi kunci menghadapi grup berat. Dia meminta para pemain percaya pada kemampuan sendiri.

"Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, kita harus setuju kita bisa menang lawan mereka," sambungnya.

Menurut dia, rasa takut hanya akan menghambat perkembangan tim. Kepercayaan diri harus ditanamkan sejak persiapan.

"Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang," tutur Simon.

Dia juga mengingatkan publik agar tidak terlalu keras mengkritik para pemain. Usia mereka masih 16 tahun dan sedang dalam tahap perkembangan.

"Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang, kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun," pungkasnya.

Menjelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia U-17 akan memasuki masa transisi pelatih. Kurniawan Dwi Yulianto akan menangani tim setelah Nova Arianto naik kelas melatih U-20.

Fokus persiapan kini pada peningkatan kualitas teknik, fisik, serta mental bertanding. Timnas Indonesia U-17 dituntut tampil kompetitif di grup neraka Piala Asia U-17 2026.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut