Manajer Timnas Indonesia Masih Kosong, Sumardji Bongkar Beratnya Tugas di Balik Layar
TANGERANG, iNews.id - PSSI belum menemukan manajer baru Timnas Indonesia hingga saat ini. Keputusan sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Kursi manajer Timnas Indonesia kosong setelah Sumardji mundur dari jabatan tersebut usai kegagalan Skuad Garuda di SEA Games 2025. Dia memilih fokus menjalankan tugas sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN).
Posisi manajer tergolong vital dalam struktur Timnas Indonesia. Peran ini berkaitan langsung dengan operasional tim, kebutuhan pemain, hingga koordinasi teknis dan nonteknis selama agenda internasional.
Meski jabatan tersebut krusial, PSSI belum mengumumkan nama pengganti. Sumardji mengaku belum mengetahui sosok yang akan ditunjuk.
Panas di Luar Stadion! Bobotoh dan Fans Ratchaburi FC Hampir Bentrok usai ACL 2
“Saya masih belum tahu. Itu semua tergantung nanti Pak Ketua Umum (Erick Thohir) dan juga mungkin teman-teman Exco seperti apa,” kata Sumardji saat ditemui awak media di Indomilk Arena, dikutip Kamis (12/2/2026).
Timnas Indonesia U-23 Absen di Asian Games 2026? PSSI Beri Respons Tegas
Sumardji menegaskan tugas manajer Timnas Indonesia tidak bisa dianggap ringan. Dia menyebut tanggung jawab di balik layar sangat besar dan penuh tekanan.
“Karena jujur saja memang tugas pekerjaannya manajer cukup berat ya. Sekali lagi cukup berat. Mungkin orang di luar menganggapnya itu ringan-ringan,” ujar dia.
Resmi! Nova Arianto Jadi Asisten John Herdman di Timnas Indonesia Senior
Berdasarkan pengalamannya, seorang manajer wajib memastikan rasa aman, nyaman, dan kesejahteraan pemain selama membela Timnas Indonesia. Tanggung jawab tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari logistik hingga kebutuhan personal tim.
Selain urusan internal, manajer juga berada di garis depan saat hasil tim tidak sesuai harapan. Tekanan publik sering kali mengarah langsung ke posisi tersebut.
Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia U-17
“Jujur sebenarnya selama ini yang saya alami itu sangat berat. Satu, harus bisa memastikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera pemain. Yang kedua, tekanan publik juga larinya pasti tertuju kepada manajer. Sehingga ketika itu tidak berhasil, manajer harus berani ngambil sikap dan harus bertanggung jawab,” ucap Sumardji.
Pernyataan itu menegaskan kompleksitas jabatan manajer Timnas Indonesia. Hingga kini, PSSI masih menunggu keputusan resmi dari Erick Thohir dan Exco terkait siapa figur yang akan mengisi posisi strategis tersebut.
Publik sepak bola nasional pun menanti langkah federasi, mengingat agenda Timnas Indonesia ke depan menuntut kesiapan manajerial yang solid dan terstruktur.
Editor: Reynaldi Hermawan