Man City Juara Carabao Cup, Siap Salip Arsenal di Liga Inggris?
LONDON, iNews.id – Manchester City berhasil menjuarai Carabao Cup alias Piala Liga Inggris 2025-2026 usai menaklukkan Arsenal 2-0 pada final di Wembley, Minggu (22/3/2026) malam WIB. Namun, Pelatih The Citizens, Pep Guardiola menegaskan peluang menyalip Arsenal di pacuan titel Liga Inggris 2025-2026 tetap sangat sulit.
Man City memastikan trofi lewat dua gol Nico O'Reilly di babak kedua pada final di Wembley. Kemenangan ini memberi suntikan moral penting setelah hasil kurang memuaskan di beberapa laga sebelumnya.
Guardiola akhirnya memutus catatan tanpa kemenangan atas Mikel Arteta sejak 2023. Namun, dia langsung meredam euforia dan mengingatkan situasi di Liga Inggris tidak berubah.
Man City masih tertinggal sembilan poin dari Arsenal yang memimpin klasemen Premier League. Jarak ini membuat peluang mengejar tetap bergantung pada hasil tim lain.
Tertinggal 0-3, Guardiola Tantang Man City Ciptakan Keajaiban Lawan Real Madrid
Guardiola secara terbuka mengakui posisi Arsenal jauh lebih menguntungkan dalam perebutan gelar musim ini. Dia bahkan berharap berada di posisi rivalnya saat ini.
“Saya ingin punya keunggulan sembilan poin dari Arsenal,” kata Guardiola, dikutip dari AFP.
Jelang Man City vs Real Madrid, Arbeloa Beri Kabar Bagus soal Mbappe
Guardiola juga mengakui timnya sempat kesulitan menghadapi Arsenal sebelum akhirnya tampil lebih baik di babak kedua.
Pep Guardiola Batalkan Latihan Man City jelang Lawan Real Madrid, Ini Alasannya
“Hari ini kami ingin melihat level kami. Mereka adalah yang terbaik sejauh ini, tidak diragukan lagi. Jadi mari buktikan diri kami, dan di babak kedua saya tidak percaya kami bisa melakukannya melawan Arsenal,” ujarnya.
Meski menang di final, Guardiola menegaskan hasil ini tidak berpengaruh pada persaingan Liga Inggris.
Mbappe dan Bellingham Kembali, Real Madrid Makin Percaya Diri Bantai Man City
“Kemenangan ini tidak akan berdampak. Ini kompetisi yang berbeda,” ucapnya.
Man City memang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dan akan menjamu Arsenal di Etihad Stadium pada April. Namun, dia menilai itu belum cukup.
“Mereka akan bermain lebih terkontrol saat datang ke Etihad. Mungkin itu membantu kami, tetapi Liga Inggris ada di tangan mereka,” katanya.
Di sisi lain, Arsenal gagal meraih trofi pertama dalam enam tahun terakhir. Kekalahan ini memicu sorotan tajam terhadap keputusan Mikel Arteta.
Keputusan memainkan Kepa Arrizabalaga menggantikan David Raya menjadi titik krusial. Kepa gagal mengantisipasi umpan Rayan Cherki yang berujung gol pertama O'Reilly.
Selain itu, pendekatan taktis yang dinilai terlalu hati-hati juga mendapat kritik. Arsenal kembali kesulitan tampil maksimal di laga besar.
Meski begitu, Arteta meminta timnya segera bangkit dan menjadikan kekalahan ini sebagai motivasi.
“Kami harus melihat ini dengan perspektif yang tepat. Kami akan menggunakan kekecewaan ini dan semangat dari dalam diri untuk menjalani dua bulan terbaik yang pernah kami miliki bersama,” kata Arteta.
Dia menegaskan timnya siap merespons situasi sulit seperti sebelumnya.
“Sekarang kami harus melewati rasa sakit dan kekecewaan ini. Hal baiknya, kami punya pengalaman untuk bangkit dalam situasi seperti ini, dan saya yakin kami akan melakukannya lagi,” ujarnya.
Man City berharap trofi ini menjadi awal kebangkitan setelah musim sebelumnya tanpa gelar. Guardiola melihat potensi besar dalam skuad muda yang dibangun dalam 18 bulan terakhir.
Dia menilai kemenangan bisa mempercepat perkembangan tim, meski mengakui timnya belum mencapai level terbaik.
“Kami jauh lebih baik dibanding musim lalu, tetapi kami masih belum menjadi tim yang seharusnya. Itu butuh waktu,” kata Guardiola.
Editor: Abdul Haris