Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masa Depan Tonali di Newcastle Abu-Abu, Arsenal dan Juventus Saling Sikut
Advertisement . Scroll to see content

Luis Figo Dapat Julukan Nyamuk dari Sahabat Roberto Mancini, Kok Bisa?

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 08:00:00 WIB
Luis Figo Dapat Julukan Nyamuk dari Sahabat Roberto Mancini, Kok Bisa?
Gelandang legendaris Portugal Luis Figo dapat julukan nyamuk dari sahabat Roberto Mancini. (Foto: Sky Sports)
Advertisement . Scroll to see content

ALMADA, iNews.id - Gelandang legendaris Portugal Luis Figo dapat julukan nyamuk dari sahabat Roberto Mancini yakni Marco Lanna. Tentu dia punya alasan kuat di balik sebutan tersebut.

Lanna dan Mancini merupakan mantan rekan setim. Keduanya bekerja sama di Sampdoria periode 1987 sampai 1993.

Selain Sampdoria, Lanna juga pernah meniti karier di Spanyol bersama Real Zaragoza. Di sana sang defender bentrok Figo yang memperkuat Barcelona.

Luis Figo (Foto: Insider)

Baginya Figo adalah pemain yang sangat lincah. Peregerakannya bikin kaki Lanna gatal untuk bermain kasar.

"Kemudian, di Spanyol, melawan Barcelona saya harus menjaga Figo di sayap. Anda tidak pernah tahu ke mana dia pergi, seringkali saya harus menggunakan cara buruk untuk menghentikannya," kata Lanna dikutip dari Minutidirecupero, Sabtu (9/10/2021).

"Saya menderita lebih dari apa pun karena saya menjaga orang-orang yang tinggi secara fisik. Mungkin tidak terlalu cepat karena saya menjaga yang berbadan besar. Tapi saya lebih menderita ketika mendapat lawan yang lebih gesit. Dan Figo adalah salah satu dari mereka. Dia adalah nyamuk," ujarnya.

Tapi bukan hanya Figo. Lanna mengungkapkan ada satu lawan lagi yang bikin dia harus jatuh bangun yakni striker legendaris AC Milan, Marco van Basten.

Baginya legenda Timnas Belanda itu adalah striker yang cerdik. Van Basten mampu membaca pergerakan lawan yang berusaha mengadangnya.

Marco van Basten ikut meramaikan perdebatan siapa lebih hebat antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ini jawaban legenda AC Milan. (Foto: UEFA)

"Ketika saya masih muda di Sampdoria, salah satu pertandingan pertama yang saya mainkan, saya pasti akan mengatakan Van Basten. Saya berusia 19-20 tahun. Saya menjaganya selama 15-20 menit. Setelah itu Boskov (pelatih Sampdoria) meminta saya untuk menjaga pemain lain," tuturnya.

"Dia terlalu tangguh. Saya hanya tidak bisa mengikutinya. Dia tahu bagaimana membuat dirinya digdaya. Dia memimpin sebelum dihajar pemain lawan. Selain itu, dia memiliki keterampilan teknis yang luar biasa," ucapnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut