Luis de la Fuente Menangis Haru usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Kami Telah Memenangkan Segalanya!
NEW JERSEY, iNews.id –Luis de la Fuente tidak mampu menyembunyikan rasa haru setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya. Pelatih berusia 65 tahun itu mengaku sangat bangga melihat para pemainnya menuntaskan perjalanan panjang dengan gelar tertinggi sepak bola dunia.
Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Argentina dalam final yang berlangsung ketat di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda sekaligus mengantar La Furia Roja kembali ke puncak dunia.
De la Fuente menilai keberhasilan tersebut lahir dari kekuatan kolektif para pemain. Dia menyebut skuad Spanyol bukan sekadar kumpulan pesepak bola berbakat, melainkan sebuah keluarga yang tumbuh bersama dengan gagasan permainan serupa.
“Saya merasa sangat bangga kepada generasi pesepak bola ini yang tumbuh dengan gagasan tersebut. Mereka memberi kami contoh tentang sebuah kelompok dan keluarga,” kata De la Fuente, dikutip dari AFP.
“Mereka adalah pemain dengan bakat luar biasa. Bagi saya, sebuah kehormatan bisa mendampingi mereka dalam perjalanan ini,” tuturnya.
Kesuksesan di Piala Dunia melengkapi pencapaian De la Fuente bersama generasi Spanyol saat ini. Sebelumnya, dia juga mengantar La Furia Roja menjuarai Euro 2024.
De la Fuente semakin emosional ketika mengenang perjalanan timnya. Dia menilai para pemain Spanyol telah membuktikan diri sebagai generasi yang layak menjadi kebanggaan negara.
“Saya sangat emosional ketika melihat kembali perjalanan ini. Kami telah memenangkan segalanya dan itu luar biasa,” ujarnya.
“Mereka merupakan generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kami lebih kuat,” ucap De la Fuente.
Meski akhirnya keluar sebagai juara, De la Fuente merasa Spanyol seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan lebih cepat. Sejumlah peluang La Furia Roja gagal menghasilkan gol karena penampilan gemilang penjaga gawang Argentina, Emiliano “Dibu” Martinez.
Argentina semakin tertekan setelah Enzo Fernandez mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-93. La Albiceleste harus menjalani babak tambahan waktu dengan 10 pemain, tetapi tetap mampu memberikan perlawanan hingga gol Torres tercipta.
“Saya pikir pertandingan seharusnya bisa diselesaikan lebih awal. Penyelamatan luar biasa dibuat Emiliano Martinez membuat kami tidak bisa menang lebih cepat. Namun, ini final Piala Dunia dan meski lawan bermain dengan 10 pemain pada akhir laga, Anda tetap harus menderita,” kata De la Fuente.
Kemenangan tersebut membuat De la Fuente kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Spanyol. Setelah menguasai Eropa, dia kini membawa generasi La Furia Roja melengkapi kejayaan mereka dengan trofi Piala Dunia.
Editor: Abdul Haris