Luciano Spalletti Tinggalkan Juventus jika Gagal ke Liga Champions
TURIN, iNews.id – Luciano Spalletti terancam mundur dari kursi pelatih Juventus jika gagal membawa klub finis empat besar dan lolos ke Liga Champions musim depan. Laporan mengejutkan ini diungkap media Italia La Stampa, yang menyebut Spalletti siap menyerahkan surat pengunduran diri.
Spalletti sejatinya baru menangani Juventus pada 30 Oktober 2025. Dia bahkan sudah menandatangani kontrak baru berdurasi panjang hingga Juni 2028 hanya beberapa pekan lalu.
Namun, situasi internal klub disebut tidak sepenuhnya kondusif. Hubungan Spalletti dengan direktur klub Damien Comolli dikabarkan memanas dan memicu ketegangan di level manajemen.
Kondisi ini membuat pemilik klub sekaligus pewaris keluarga Agnelli, John Elkann, berada dalam posisi sulit. Dia disebut harus menentukan arah klub, termasuk memilih mempertahankan pelatih atau mendukung jajaran direksi.
Juventus sebenarnya sempat berada di jalur aman untuk mengamankan tiket Liga Champions. Akan tetapi, kekalahan 0-2 dari Fiorentina membuat situasi berubah drastis.
Hasil tersebut menjatuhkan Juventus ke posisi lima klasemen sementara dengan poin sama seperti Como. Posisi itu membuat peluang ke Liga Champions berada di ujung tanduk.
Menjelang pekan terakhir Serie A, Juventus wajib menang dalam laga derby melawan Torino. Selain itu, mereka juga bergantung pada hasil pertandingan rival langsung.
Juventus hanya bisa kembali ke empat besar jika setidaknya salah satu dari Roma atau AC Milan gagal meraih kemenangan.
Menurut laporan La Stampa, Spalletti siap mengambil langkah ekstrem jika target utama musim ini tidak tercapai. Dia disebut bersedia mundur demi menjaga prinsip profesionalisme dan ambisi klub.
Meski begitu, opsi lain tetap terbuka. Juventus dikabarkan bisa saja menolak pengunduran diri tersebut dan memilih mempertahankan Spalletti, sekaligus memberi kewenangan lebih besar dalam menyusun skuad musim depan.
Situasi ini membuat masa depan Juventus dan Spalletti berada di titik krusial. Hasil satu pertandingan terakhir berpotensi menentukan nasib kursi pelatih, arah kebijakan klub, hingga peta kekuatan Serie A musim depan.
Editor: Reynaldi Hermawan