Legenda Timnas Indonesia dan Persija Oyong Liza Meninggal Dunia
JAKARTA, iNews.id – Legenda Timnas Indonesia sekaligus mantan kapten Persija Jakarta, Oyong Liza, meninggal dunia di Jakarta pada Senin (8/9/2025) siang. Kabar duka ini menjadi kehilangan besar bagi sepak bola nasional, mengingat perannya sebagai libero tangguh era 1970-an.
Kabar berpulangnya Oyong pertama kali disampaikan mantan pemain Timnas Indonesia, Andjas Asmara.
“Innalillahi wainna ilaihi roji'un. Bang Oyong berpulang. Semoga mendapatkan surga-Nya Allah SWT,” tulis Andjas melalui pesan singkat yang langsung menyebar di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Oyong Liza lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 November 1946. Sebagai pemain, dia dikenal tangguh, berkarisma, dan memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Kariernya bersama Timnas Indonesia mencapai puncak ketika berhasil membawa Garuda lolos hingga playoff Olimpiade, sebuah pencapaian yang membanggakan pada masanya.
Pelatih Lebanon Waspadai Kekuatan Timnas Indonesia Jelang FIFA Matchday
Selain bersama Timnas, nama Oyong begitu lekat dengan Persija Jakarta. Dia dipercaya menjadi kapten Macan Kemayoran dan tercatat sebagai salah satu pemain dengan gelar terbanyak di klub tersebut. Keberhasilannya mengangkat prestasi Persija membuat sosoknya dikenang sebagai ikon sejati klub ibu kota.
Bersama Persija, Oyong meraih tiga gelar juara kompetisi Perserikatan pada musim 1973, 1975, dan 1979. Dia juga membawa Persija menjuarai Piala Soeratin 1972 serta Piala Marah Halim 1977, menjadikannya salah satu kapten tersukses dalam sejarah klub.
Comeback Dramatis! Timnas Futsal Indonesia Bungkam Selandia Baru di CFA International Tournament 2025
Tak hanya di level domestik, Oyong juga terlibat dalam sejumlah laga monumental. Salah satunya adalah ketika Timnas Indonesia mampu menahan imbang Manchester United 0-0 pada 1975. Momen itu masih dikenang sebagai bukti ketangguhan sepak bola Indonesia di mata dunia.
Adrian Wibowo Debut saat Timnas Indonesia Vs Lebanon? PSSI Beri Kabar Baik!
Dua tahun berselang, Oyong kembali mencatat sejarah bersama Persija. Saat itu, Macan Kemayoran berhasil mengalahkan tim Jepang dengan skor 1-0 pada 1977, sebuah kemenangan prestisius yang menambah panjang daftar pencapaiannya.
Kepemimpinan Oyong di lapangan membuatnya dikagumi oleh rekan setim maupun lawan. Dia bukan hanya bek yang sulit dilewati, tetapi juga pemimpin yang mampu mengangkat moral tim di situasi sulit. Tak heran bila namanya terus dikenang meski puluhan tahun sudah berlalu.
Timnas Indonesia Vs Lebanon Disiarkan di Mana? Begini Cara Nontonnya!
Kepergian Oyong Liza meninggalkan duka mendalam bagi Persija dan sepak bola nasional. Warisan prestasi, dedikasi, serta keteladanannya sebagai kapten akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya di dunia olahraga.
Editor: Abdul Haris