Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Ini Sosok yang Bikin Donnarumma Cepat Adaptasi di Man City
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Euro 1968: Italia Jadi Juara Setelah Final 2 Kali

Rabu, 26 Mei 2021 - 23:06:00 WIB
Kisah Euro 1968: Italia Jadi Juara Setelah Final 2 Kali
Final Euro 1968 antara Italia kontra Yugoslavia. (foto: UEFA)
Advertisement . Scroll to see content

ROMA, iNews.id- Euro 1968 menjadi salah satu turnamen paling memiliki sejarah yang unik. Pada gelaran ini pertandingan final dilakukan sebanyak 2 kali.

Italia sukses menjadi juara di Euro edisi ketiga ini usai mengalahkan Yugoslavia dengan skor 2-0. Namun, kemenangan itu didapatkan melalui sebuah laga final ulangan.

Semua itu terjadi lantaran pada final pertama antara Italia vs Yugoslavia pertandingan berakhir sama kuat 1-1. Pada Euro 1968 belum ada sistem adu penalti dan undian koin pun tak diberlakukan.

Alhasil, laga final ulangan pun terjadi. Pada final kedua, barulah Italia mampu mengalahkan Yugoslavia dengan skor 2-0.

Italia Juarai Euro 1968 di Rumah Sendiri

Italia adalah tuan rumah Euro1968. Negara tersebut baru ditunjuk usai lolos dari babak kualifikasi. Karena pada edisi 1968, beberapa perubahan nyatanya terjadi baik dari babak kualifikasi sampai putaran final.

Perubahan babak kualifikasi di Euro 1968 dapat dilihat dari diberlakukannya format grup. Sementara pada putaran final, salah satu tim dari empat besar akan dipilih untuk menjadi tuan rumah dari ajang Euro 1968.

Italia lantas terpilih untuk menjadi tuan rumah edisi ketiga ini. Dalam kompetisi tersebut, tiga stadion lantas dijadikan venue untuk melaksanakan pertandingan empat besar Euro 1968.

Ketiga stadion yang dipilih adalah Stadion Olimpico yang terletak di Roma, lalu San Paolo yang berada di Napoli, dan terakhir Comunale yang ada di Firenze. Baik Stadion San Paolo dan Comunale hanya menggelar satu laga di babak semifinal.

Sementara Stadion Olimpico digunakan untuk perebutan posisi ketiga dan pemenang. Namun, karena laga final dilakukan dua kali, Stadion Olimpico pun jadinya menggelar tiga pertandingan.

Perjalanan Italia Jadi Juara:

Italia menjadi salah satu dari tiga tim yang lolos ke putaran final Euro 1968. Ketiga tim lain yang ikut lolos ke babak semifinal adalah Yugoslavia, Uni Soviet, dan Inggris. Pada saat itu Italia bersua dengan Uni Soviet dan Inggris berjumpa Yugoslavia.

Pada putaran final Euro 1968, kompetisi berjalan selama lima hari, yakni sedari 5 Juni 1968 sampai 10 Juni 1968. Pertandingan pun berlangsung sangat sengit sampai gol yang tercipta terbilang tak terlalu banyak.

Bahkan pertemuan Italia vs Uni Soviet berakhir 0-0 di Stadion San Paolo. Padahal di laga tersebut Gli Azzurri bermain dengan harapan dapat membalaskan dendam mereka atas kekalahan dari Uni Soviet di Euro 1964 dan Piala Dunia 1966.

Pada pertandingan yang dihadiri 68 ribu penonton itu sebenarnya sudah sampai ke babak tambahan, namun skor masih sama kuat 0-0. Karena belum mengenal sistem adu penalti, maka penentuan kemenangan dilakukan secara lempar koin.

Beruntungnya, Italia keluar sebagai pemenang setelah sang kapten Giacinto Facchetti memilih sisi koin yang tepat. Uni Soviet yang kalah lantas bersua Inggris yang pada pertandingan semifinal lainnya kalah 0-1 dari Yugoslavia.

Pada perebutan posisi ketiga, Inggris mengamuk dan berhasil menghajar Uni Soviet 2-0 berkat gol Charlton dan Hurst. Sementara pada babak final, laga Italia vs Yugoslavia berlangsung alot.

Yugoslavia sebenarnya mampu unggul terlebih dahulu setelah gol diciptakan oleh Dragan Dzajic di menit 32. Namun, Italia mampu membalas di menit 90 oleh Domenghini. Babak tambahan lantas dimainkan namun tetap tak tercipta gol.

Karena sama kuat, laga final ulangan lantas dijadwalkan dua hari setelah pertandingan final pertama. Tentu itu adalah hal yang unik karena hanya di edisi 1968 itulah final berlangsung sebanyak dua kali.

Sayangnya pertandingan final ulangan itu memberikan dampak kepada penonton yang hadir. Pada final pertama kurang lebih ada 68 ribu penonton yang mengisi Stadion Olimpico. Sementara pada final kedua, Stadion Olimpico terisi tak sampai setengahnya, yakni 32 ribu pendukung.

Terlepas dari itu, Italia nyatanya sukses keluar menjadi pemenang dengan skor 2-0. Gol-gol Italia itu diciptakan oleh Riva dan Anastasi. Pada edisi itu Italia meraih gelar juara pertama mereka di Piala Eropa. Tragisnya itu pun menjadi trofi Italia sejauh ini karena setelah itu Italia selalu gagal meraih gelar di ajang antarnegara Eropa tersebut.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut