Keren! Begini Penampakan Stadion Soepriadi Blitar Markas Baru Arema FC
BLITAR, iNews.id – Stadion Soepriadi Blitar terus bersolek usai diresmikan menjadi kandang Arema FC pada Liga 1 2024-2025. Bagaimana penampakan terbarunya?
Sejumlah renovasi minor dilakukan, mulai penambahan pagar besi untuk tribun penonton dan pemisahan akses pintu masuk dilakukan.
Yang menjadi pembeda paling kentara adalah pemasangan papan reklame iklan dengan menggunakan teknologi LED. Papan tersebut dipasang mengitari lapangan di stadion yang berada di Jalan Kelud, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar itu.
LED canggih ini akan berada di pinggir lapangan dan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi para penonton, dan juga menjadi peluang emas bagi pelaku bisnis di Blitar Raya.
Arema FC Juara Piala Presiden 2024 usai Tumbangkan Borneo FC via Adu Penalti
Manajer Bisnis Arema FC, Munif B. Wakid, memaparkan, LED perimeter yang dipasang di Stadion Supriyadi merupakan jenis videotron p10 High Resolusi dengan dimensi 1 x 240 meter.
“Dengan teknologi terbaru ini, tampilan visual akan lebih dinamis dan berkualitas. Ini sesuai dengan regulasi yang wajib dipenuhi untuk kompetisi di level Liga 1,” ujar Munif, Rabu (7/8/2024).
Pemain Arema Arkhan Fikri Siap Matian-Matian di Final Piala Presiden 2024
Tak hanya mempercantik stadion, LED perimeter itu juga membuka peluang bagi para pelaku bisnis untuk berpromosi.
“Kami mengundang para pelaku bisnis di Blitar Raya untuk memanfaatkan kesempatan ini. Dengan memasang iklan di LED perimeter, produk atau jasa mereka akan tersajikan kepada ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan Arema FC,” ucap Munif.
Jadwal dan Link Live Streaming Borneo FC Vs Arema FC di Final Piala Presiden 2024
Bagi para pelaku bisnis yang tertarik untuk beriklan di LED perimeter Stadion Soepriadi, dapat langsung menghubungi manajemen Arema FC. Pihaknya kini mulai berhitung secara bisnis untuk memulai kegiatan yang melibatkan para sponsor tim. Harapannya, dengan adanya kepastian berkandang di Blitar, mampu menarik pihak ketiga yang sudah bekerjasama dengan Arema FC.
"Semoga brand sudah mulai percaya, sebenarnya untuk meng-counter itu semua, minta tolong teman-teman Aremania bisa datang, kita buat aktivitas di sana, bisnis bisa jalan, uang pasti masuk ke klub. Yang kita harapkan kan suporternya, kalau kita sudah berhomebase dekat ya suporter mereka bisa jalan aktivitas," Munif menjelaskan.
Hasil Piala Presiden 2024: Hajar Persis, Arema FC Tantang Borneo FC di Final
Keberadaan LED tersebut dipercaya bakal mengundang banyak pengiklan untuk memasarkan produk mereka. Apalagi secara rating televisi dan intensitas atau traffic di media, Arema cukup bagus. Kombinasi inilah yang membuat tim manajemen mulai menjual Arema FC ke para calon sponsor.
"Secara traffic media dan televisi rating bagus banget, dan mereka puas sama hal itu. Sekarang ini kita baru bisa announcement dua Exrtrajoss dan Pertamina, sisanya masih belum," kata Munif.
Stadion Soepriadi Kota Blitar dipilih menjadi homebase Arema dari dua opsi alternatif lainnya yakni Stadion Jember Sport Garden, di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, dan Stadion Bumi Wali, di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Singo Edan harus kembali mengungsi dari Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pasca tragedi Kanjuruhan menewaskan 135 nyawa. Sebab saat ini Stadion Kanjuruhan masih dalam proses renovasi perbaikan, usai dinyatakan tak layak pakai sebelumnya.
Arema terpaksa harus menjadi tim musafir selama dua musim terakhir akibat tragedi Kanjuruhan, yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober 2022. Selama dua musim itu, Arema pernah menggunakan Stadion PTIK, di kompleks akademi ilmu kepolisian, Jakarta, dan beralih ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Editor: Abdul Haris