Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ribut-Ribut Timnas Indonesia Vs Lebanon, Patrick Kluivert Tegas Bilang Begini
Advertisement . Scroll to see content

Kapten Lebanon Bandingkan Timnas Indonesia dengan Brasil dan Argentina

Selasa, 09 September 2025 - 07:49:00 WIB
Kapten Lebanon Bandingkan Timnas Indonesia dengan Brasil dan Argentina
Kapten Lebanon membandingkan Timnas Indonesia dengan Brasil dan Argentina. (Foto: Instagram/jayidzes)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Laga Timnas Indonesia kontra Lebanon di FIFA Matchday (Senin, 8 September 2025) berakhir imbang tanpa gol. Meski tampil dominan dengan 81 persen penguasaan bola dan 619 umpan sukses, skuad Garuda dibuat frustrasi oleh permainan super defensif lawan.

Namun, kapten Timnas Lebanon, Mohamad Haidar, tak merasa bersalah. Justru ia menyebut gaya bermain itu wajar dan akan dilakukan oleh siapa pun jika menghadapi lawan yang secara kualitas lebih tinggi. Haidar secara terbuka membalas kritik soal strategi bertahan dan taktik buang-buang waktu yang dilakukan timnya.

"Ini laga bagus bagi kami secara taktik. Tak semua pemain kami siap," ujar Haidar dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Menurutnya, Lebanon bermain dengan pendekatan realistis karena kualitas pemain yang masih dalam tahap persiapan. Apalagi, liga domestik Lebanon baru saja bergulir, sementara Timnas Indonesia sudah bermain hingga ke babak akhir Kualifikasi Piala Dunia.

"Liga kami baru mulai sekarang bermain lawan tim besar seperti Indonesia, tim yang bermain di ronde akhir Kualifikasi Piala Dunia," ujarnya.

Sindiran Halus: Kalau Indonesia Lawan Argentina, Pasti Sama!

Tak hanya menjelaskan strategi timnya, Haidar juga menyinggung kemungkinan bahwa Timnas Indonesia pun akan melakukan hal serupa jika menghadapi raksasa dunia seperti Brasil atau Argentina.

"Tentang apa yang terjadi di laga, saya harap tim kalian lolos ke Piala Dunia dan bermain lawan Argentina dan kita lihat apa yang akan terjadi," tuturnya.

"Sama saja, kini kami bermain lawan Indonesia dan situasi kami sangat sulit bermain di sistem kami," ujar pemain bernomor punggung 10 itu.

Lebih lanjut, Haidar menegaskan taktik parkir bus dan mengulur waktu bukanlah hal tabu dalam sepak bola internasional, melainkan strategi sah untuk bertahan hidup melawan tim dengan kapasitas lebih besar.

"Situasi Anda mungkin juga akan sama bila bertemu tim level tinggi kaliber Piala Dunia seperti Brasil atau Argentina, insyaallah jika kalian lolos, kalian mungkin bakal bermain sama seperti kami," ujarnya.

"Kalian juga akan membuang-buang waktu, mempertahankan bola. Bermain 5-3-2 atau 5-4-1. Maaf, Tapi Ini Sepak Bola," ucapnya.

Meski mengakui taktiknya bisa jadi tidak disukai publik, Haidar menutup pernyataannya dengan permintaan maaf sekaligus pengingat bahwa semua ini adalah bagian dari dinamika sepak bola.

"Maaf tentang apa yang terjadi di laga. Ini sepak bola. Kami tidak bermaksud buruk atau membuat masalah. Terima kasih banyak."

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut