NYON, iNews.id – Jose Mourinho dan AS Roma dihukum UEFA. Hal itu merupakan buntut dari ucapan kasar The Special One kepada wasit yang memimpin partai final Liga Europa 2022/2023 Anthony Taylor.
AS Roma gagal juara usai dikalahkan Sevilla lewat drama adu penalti di Stadion Puskas, (1/6/2023) lalu. Mourinho beserta staf I Giallorossi geram dengan Anthony Taylor karena keputusan-keputusannya yang dinilai merugikan tim.
Jay Idzes Bela Beckham Putra yang Dicaci Suporter: Kami Bagian dari Timnas Indonesia
Puncaknya, Mourinho menunggu Anthony Taylor di parkiran. Saat bertemu, mantan pelatih Manchester United itu langsung menyemprotnya.
Dia bahkan mengatakan kalau wasit asal Inggris itu seperti orang Spanyol selama memimpin jalannya laga final tersebut.
Pemain 18 Tahun Argentina Ini Bongkar Intruksi Khusus saat Vs Indonesia: Tak Boleh Unjuk Skill
Tidak sampai disitu, beberapa fans AS Roma juga ikut menyerang Anthony Taylor saat bertemu di bandara Budapest. Para suporter langsung melakukan intimidasi, bahkan hingga membuat keluarga Anthony Taylor yang ikut ke Budapest ketakutan.
Tentu saja aksi-aksi tersebut sudah kelewat batas. Hasilnya, UEFA pun memberikan hukuman kepada Mourinho larangan empat pertandingan dari kompetisi Eropa.
Erick Thohir: Laga Indonesia Vs Argentina Gerakkan Roda Ekonomi Pelaku UMKM di Senayan
AS Roma finis di urutan enam pada klasemen Liga Italia 2022/2023. Dengan begitu, Giallorossi bakal melakoni babak penyisihan grup Liga Eropa musim depan dan praktis tanpa adanya sosok Mourinho di pinggir lapangan untuk sementara.
Sementara itu, AS Roma juga kena imbasnya. Tim Ibu Kota itu mendapat sanksi dari UEFA karena dinilai tidak bisa mengendalikan kelakuan para fans yang datang ke Budapest.
Profil Asnawi Mangkualam, Bek Timnas Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia usai Tekel Garnacho di Laga Melawan Argentina
UEFA menghukum Giallorossi dengan tidak boleh didampingi para suporter dalam satu pertandingan tandangnya. Lalu juga ada sanksi berupa denda yang dijatuhkan sebesar 55 ribu euro atau sekitar Rp897 juta akibat tindakan suporter saat berada di dalam lapangan.
Editor: Reynaldi Hermawan