Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masuk Grup Neraka di Piala Asia, Timnas Indonesia U-17 Diminta Percaya Diri
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Kritik Keras Timnas Indonesia U-17, Simon Tahamata: Mereka Baru 16 Tahun!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:11:00 WIB
Jangan Kritik Keras Timnas Indonesia U-17, Simon Tahamata: Mereka Baru 16 Tahun!
Simon Tahamata (kanan) turun langsung dalam TC Timnas Indonesia U-17 di Bali untuk memberikan masukan teknis dan motivasi. (Foto: IG @novarianto30)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Timnas Indonesia U-17 diminta tidak mendapat kritik keras jelang Piala Asia U-17 2026 karena para pemain masih berusia 16 tahun.

Garuda Muda tergabung di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar. Tiga tim tersebut memiliki rekam jejak kuat di level Asia. Jepang sudah empat kali menjadi juara Piala Asia U-17. China dua kali menjadi kampiun, sementara Qatar meraih satu gelar pada 1990.

Turnamen Piala Asia U-17 2026 akan digelar di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei 2026. Grup ini langsung mendapat label grup berat.

Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, meminta publik tetap percaya kepada pemain muda. Dia menilai tekanan berlebihan tidak akan membantu perkembangan mereka.

"Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang, kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun," tegas Simon kepada awak media di Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).


Simon Tahamata Ingatkan Mentalitas dan Keyakinan

Simon mengakui Jepang, China, dan Qatar merupakan lawan kuat. Meski begitu, dia menegaskan peluang tetap terbuka.

"Jepang, Cina, Qatar, kuat. Kita masih punya waktu untuk berlatih keras, bermain keras, mentalitas musti lebih baik. Kita tahu tiga negara itu (kuat) berbahaya, tapi bola itu bundar," ujarnya.

Menurut dia, keyakinan harus ditanamkan sejak awal persiapan. Tim tidak boleh merasa kalah sebelum bertanding.

"Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, kita harus setuju kita bisa menang mereka," sambungnya.

Dia juga menekankan mental menjadi fondasi utama dalam turnamen besar. Tanpa keberanian, sulit bersaing.

"Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang," katanya.

Secara historis, pencapaian terbaik Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia terjadi pada 1990 dengan finis di peringkat keempat. Generasi saat ini diharapkan mampu tampil kompetitif.

Timnas Indonesia U-17 juga memasuki masa transisi pelatih kepala. Kurniawan Dwi Yulianto akan menangani tim setelah Nova Arianto naik kelas melatih U-20.

Simon berharap dukungan publik menjadi energi tambahan bagi Garuda Muda. Kepercayaan dan kesabaran dinilai penting agar Timnas Indonesia U-17 berkembang maksimal di Piala Asia U-17 2026.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut