Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inter Milan Mengamuk! Comeback Lautaro Martinez Berujung Pesta Gol 5-2 atas AS Roma
Advertisement . Scroll to see content

Inter Milan Menggila, Cristian Chivu Sebut Satu Momen Kunci Hancurkan AS Roma

Senin, 06 April 2026 - 08:00:00 WIB
Inter Milan Menggila, Cristian Chivu Sebut Satu Momen Kunci Hancurkan AS Roma
Cristian Chivu bongkar kunci kebangkitan Inter Milan saat menghancurkan Roma 5-2, termasuk perubahan krusial di babak kedua. (Foto: Inter)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Cristian Chivu mengungkap kunci kebangkitan Inter Milan saat menghancurkan AS Roma dengan skor telak 5-2, Senin (6/4/2026) dini hari WIB.

Inter sempat tampil tidak konsisten sebelum jeda internasional dengan hanya meraih dua poin dari tiga laga. Namun, mereka langsung menjawab keraguan lewat kemenangan besar atas Roma.

Kembalinya Lautaro Martinez menjadi faktor krusial. Dia langsung mencetak dua gol setelah absen sejak 18 Februari akibat cedera betis, sekaligus memberi energi baru bagi tim.

Selain Lautaro, gol spektakuler juga dicetak Hakan Calhanoglu. Sementara Marcus Thuram dan Nicolo Barella turut melengkapi pesta gol Inter.

Chivu menegaskan kebangkitan Inter tidak terjadi secara kebetulan. Dia melihat perubahan sikap tim setelah jeda babak pertama menjadi titik balik penting.

"Saya sangat senang Lautaro kembali, senang melihat Marcus mencetak gol dan assist, melihat Barella mencetak gol, melihat Denzel Dumfries bermain sangat baik, juga Diouf, Frattesi, mereka yang tidak bermain malam ini," kata Chivu kepada DAZN Italia.

Babak Kedua Jadi Titik Balik

Menurut Chivu, gol ketiga Inter di awal babak kedua menjadi momen yang memicu selebrasi besar di bangku cadangan. Gol itu juga mencerminkan instruksi yang dia berikan saat jeda.

"Itu yang kami minta saat jeda, memiliki pendekatan yang tepat langsung setelah jeda, untuk mengakhiri pertandingan dan mencetak lebih banyak gol," lanjut dia.

Dia menilai timnya mulai menunjukkan kedewasaan dalam membaca situasi pertandingan. Dalam beberapa laga sebelumnya, Inter dinilai terlalu cepat puas saat unggul.

"Malam ini, kami keluar di babak kedua dengan semangat yang tepat, mencoba mendominasi dan menghabisi pertandingan," jelasnya.

Chivu juga menanggapi tekanan dari Roma di babak pertama. Menurut dia, tidak mudah menekan Roma karena pergerakan pemain mereka sangat dinamis dan sering membuka ruang di sisi lapangan.

"Kami sedikit khawatir mereka memberikan bola kepada Malen, jadi Calhanoglu bermain sedikit lebih dalam dan kesulitan menutup Pisilli yang mengatur tempo. Kami menunjukkan lebih banyak keberanian di babak kedua dan memutus lini mereka, menggerakkan bola lebih cepat, serta mendorong playmaker kami ke posisi lebih maju," ucapnya.

Dia menambahkan peningkatan intensitas menjadi faktor pembeda. Inter tampil lebih agresif dalam perebutan bola dan mampu mengontrol permainan.

"Saat Anda memberi waktu dan ruang kepada pemain Roma, mereka sangat baik dalam menemukan celah dan mengatur penyerang mereka. Kami meningkatkan tempo, melakukan lebih banyak sprint untuk merebut bola, dan itu menjadi babak kedua yang sangat baik," tuturnya.

Di sisi lain, momen emosional terjadi saat Alessandro Bastoni mendapat standing ovation dari publik San Siro saat ditarik keluar. Dukungan itu datang setelah dia mendapat tekanan besar dalam beberapa waktu terakhir.

Chivu juga menyinggung kondisi sepak bola yang penuh tekanan. Dia mengingatkan semua pihak memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

"Saya tidak punya tongkat ajaib untuk memperbaiki semua yang salah, tetapi yang bisa saya katakan adalah kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam sepak bola," tutupnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut