Indra Sjafri Sudah Paham Gaya Bermain Timor Leste
PAJU, iNews.id – Di atas kertas, tim nasional Indonesia U-19 seharusnya mampu mengatasi perlawanan Timor Leste pada laga kedua kualifikasi Piala Asia U-19 di Paju Public Stadium, Paju, Korea Selatan, Kamis (02/11/2017) besok.
Namun, Pelatih Indra Sjafri memerintahkan asuhannya untuk tidak meremehkan lawan meski Timor Leste kalah 1-3 pada laga perdana mereka kontra Malaysia, Selasa (31/10/2017) kemarin.
Pada pertemuan sebelumnya, timnas U-19 sukses melibas Timor Leste 2-0 pada Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Saat itu, tim Garuda Muda juga ditukangi Indra Sjafri. Namun, perubahan komposisi pemain membuat laga dahulu tak bisa jadi patokan.
“Timor Leste sekali lagi kami tetap waspadai semua pemainnya, meskipun mereka kalah dari Malaysia di laga kemarin. Kami juga telah melihat dan mengetahui cara bermain mereka,” ungkap Indra dalam rilis yang diterima iNews.id.

Instruksi sang arsitek pun diamini para pemain. Salah satunya dari Syahrian Abimanyu. Gelandang muda Persija Jakarta itu berjanji akan mengeluarkan seluruh kemampuannya, dan fokus meraih kemenangan. “Melawan Timor Leste kami harus menang namun kita jangan meremehkan mereka,” tuturnya.
Pemain kelahiran 25 April 1999 itu menceritakan keceriaan suasana dalam tim. Menurutnya, semua pemain dalam kondisi mental yang sangat baik, dan siap tempur.
“Tadi selama latihan 1,5 jam kita diberi latihan taktik serta strategi untuk melawan Timor Leste oleh pelatih. Kami sangat enjoy dan menikmati latihan tadi. Kami juga tetap harus jaga irama permainan kita agar tetap konsisten, fokus dan bermain ciamik tentunya. Sekali lagi mohon doa dan dukungan warga Indonesia agar kami meraih tiga poin di laga besok,” paparnya.
Saat ini, Indonesia masih menguasai puncak klasemen sementara Grup F dengan poin 3, setara dengan raihan Malaysia. Namun, tim Garuda Muda unggul selisih gol. Korea Selatan ada di peringkat 3 tanpa nilai karena belum bertanding. Sementara Timor Leste dan Brunei ada di dua posisi terbawah setelah mengalami kekalahan di laga perdana.
Editor: Abdul Haris