Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Tendangan Kungfu di EPA U-20, SOS Sebut Bukti Lemahnya Pembinaan Sepak Bola
Advertisement . Scroll to see content

I.League Kecam Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20: Mencoreng Kompetisi Usia Muda!

Selasa, 21 April 2026 - 21:35:00 WIB
I.League Kecam Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20: Mencoreng Kompetisi Usia Muda!
I.League mengecam keras aksi tendangan kungfu Fadly Alberto di EPA U-20 yang dinilai mencoreng kompetisi usia muda. (Foto: I.League)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Operator kompetisi Indonesia, I.League, mengecam keras tendangan kungfu Fadly Alberto dalam laga Elite Pro Academy U-20 (EPA U-20) yang dinilai mencoreng kompetisi usia muda.

Insiden tersebut terjadi saat Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Laga itu berakhir dengan kemenangan Dewa United U-20 2-1.

Kericuhan bermula pada menit ke-81 ketika wasit mengesahkan gol Dewa United U-20. Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Bhayangkara FC U-20 yang menilai terjadi offside.

Situasi di lapangan kemudian memanas dan sulit dikendalikan. Bentrokan melibatkan pemain dan ofisial dari kedua tim.

Di tengah kekacauan tersebut, Fadly Alberto Hengga terekam kamera melayangkan tendangan keras ke arah punggung Rakha Nurkholis. Aksi ini langsung memicu reaksi luas.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyayangkan keras insiden tersebut. Dia menilai kejadian ini merusak tujuan utama kompetisi usia muda.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” tegasnya.


Dorong Sanksi Tegas

Ferry menegaskan pembinaan karakter menjadi hal utama dalam kompetisi EPA. Dia menekankan pentingnya sportivitas bagi para pemain muda.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan,” jelasnya.

I.League menyatakan tidak ada toleransi terhadap tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Dukungan penuh terhadap langkah tegas federasi pun diberikan.

“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” lanjutnya.

Sikap tegas juga datang dari PSSI melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” tegasnya.

PSSI juga menyoroti kemungkinan adanya kelalaian perangkat pertandingan. Evaluasi akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran prosedur.

“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapapun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evaluasi, edukasi dan sanksi bila terbukti,” tambahnya.

I.League mengingatkan seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk menjaga emosi. Sportivitas dinilai menjadi kunci dalam menjaga masa depan pemain.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri,” pungkas Ferry.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut