Gawat! Liga Kamboja Tinggal Selangkah Gusur Indonesia di Ranking Asia
JAKARTA, iNews.id - Hasil imbang Manila Digger (Filipina) vs Svay Rieng (Kamboja) membuat posisi Liga Indonesia di peringkat 18 Asia belum aman.
Pertandingan semifinal AFC Challenge League musim 2025/2026 tersebut berakhir dengan skor 1-1. Hasil ini membuat peluang Liga Kamboja untuk menyalip Indonesia masih terbuka lebar.
Meski belum terjadi perubahan posisi, Liga Indonesia untuk sementara tetap bertahan di peringkat 18 Asia. Namun jarak poin yang sangat tipis membuat situasi menjadi rawan.
Berdasarkan data FootyRank, selisih poin antara Liga Indonesia dan Liga Kamboja kini hanya 0,824 poin. Angka ini membuat persaingan semakin ketat menjelang leg kedua, 16 April.
Julio Cesar Tegaskan Persib Bandung Hadapi 8 Final di Super League
Hasil imbang pada leg pertama membuat Liga Kamboja gagal langsung menggeser posisi Indonesia. Namun peluang tersebut belum tertutup.
Svay Rieng masih memiliki kesempatan besar untuk membalikkan keadaan di leg kedua. Satu kemenangan saja sudah cukup untuk mendongkrak poin mereka.
Hasil Bali United vs PSBS Biak di Super League: Serdadu Tridatu Pesta Gol 6-1
Jika skenario tersebut terjadi, Liga Kamboja berpotensi naik ke peringkat 18 Asia dan menggeser posisi Liga Indonesia.
Kondisi ini membuat leg kedua semifinal menjadi sangat krusial. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan posisi akhir kedua liga di ranking Asia.
Hasil Super League: Bali United Mengamuk! Hajar PSBS Biak 6-1 di Stadion Dipta
Selisih poin yang hanya 0,824 menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar liga di kawasan Asia. Perubahan posisi bisa terjadi hanya dari satu hasil pertandingan.
Liga Indonesia kini berada dalam tekanan meski tidak bertanding langsung dalam laga tersebut. Nasib peringkat mereka bergantung pada hasil Svay Rieng di leg kedua.
Hasil Super League: Gagal Penalti dan Gol Dianulir, Persik Ditahan Persijap 0-0
Jika Svay Rieng gagal meraih kemenangan, posisi Liga Indonesia akan tetap aman untuk sementara. Namun jika sebaliknya, posisi tersebut dipastikan berubah.
Situasi ini menjadi peringatan bagi kompetisi domestik Indonesia. Konsistensi klub-klub di level Asia sangat menentukan posisi liga secara keseluruhan.
Dengan kondisi yang masih terbuka, perhatian kini tertuju pada leg kedua. Hasil pertandingan tersebut akan menjadi penentu apakah Liga Indonesia mampu bertahan atau harus turun peringkat.
Editor: Reynaldi Hermawan