FIFA Hukum Berat 1 Pemain Argentina, Terancam Jadi Penonton di Piala Dunia 2026
LISBON, iNews.id - FIFA resmi memperluas hukuman Gianluca Prestianni ke level dunia. Pemain Benfica itu terseret kasus penghinaan terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior di Liga Champions.
Keputusan itu menjadi pukulan besar bagi winger asal Argentina tersebut menjelang Piala Dunia 2026. Turnamen terbesar sepak bola dunia itu akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan 48 negara.
Di tengah persaingan ketat memperebutkan tempat di tim nasional masing-masing, Prestianni justru harus menghadapi situasi sulit akibat sanksi disiplin.
Sebelumnya UEFA menjatuhkan hukuman larangan bermain enam pertandingan kepada pemain berusia 20 tahun itu. Hukuman diberikan setelah dia melakukan penghinaan verbal kepada Vinicius Junior sambil menutupi mulutnya.
India Resmi Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik
Kini FIFA memastikan hukuman tersebut berlaku secara global. Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan resmi FIFA pada Rabu waktu setempat.
"Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperluas larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica Gianluca Prestianni agar berlaku di seluruh dunia," tulis FIFA dikutip Sport Bible.
Iran Surati FIFA Minta Jaminan Tak Singgung Garda Revolusi saat Piala Dunia
Sanksi tersebut membuat Prestianni tidak bisa tampil dalam pertandingan UEFA maupun FIFA berikutnya. Dia sebelumnya sudah absen pada leg kedua melawan Real Madrid.
Meski laga Liga Portugal dan pertandingan persahabatan tidak termasuk dalam hukuman, situasi ini tetap mengancam peluangnya masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Tolak Jabat Tangan Pejabat Israel di Kongres FIFA
Jika dipanggil Lionel Scaloni ke Timnas Argentina, Prestianni dipastikan harus absen pada laga melawan Aljazair di Kansas City pada 17 Juni serta pertandingan kontra Austria lima hari kemudian di Texas.
Situasi tersebut membuat peluangnya tampil di panggung internasional semakin berat. Hingga saat ini, Prestianni baru sekali membela Timnas Argentina senior dalam laga persahabatan pada November lalu.
Heboh! Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Ogah Foto Bareng Pejabat Israel di Kongres FIFA
Kasus ini awalnya juga memicu penyelidikan terkait dugaan ucapan rasialis kepada Vinicius Junior. Prestianni sempat dituduh menggunakan kata berbahasa Spanyol yang mengarah pada penghinaan rasial.
Namun UEFA tidak menemukan bukti kuat terkait tuduhan tersebut. Pada akhirnya, dia dijatuhi hukuman karena penghinaan homofobik.
Prestianni membantah dirinya melakukan tindakan rasialis. Dia juga mengaku kecewa dengan keputusan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
"Saya tidak pernah menjadi rasis, dan tidak akan pernah menjadi rasis. Hal yang paling menyakitkan bagi saya adalah dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan," kata dia.
"Itu adalah sesuatu yang tidak saya katakan, dan mereka menghukum saya tanpa bukti."
Kasus ini kembali menjadi sorotan besar di sepak bola Eropa, terutama terkait ketegasan FIFA dan UEFA dalam menangani dugaan diskriminasi di lapangan.
Editor: Reynaldi Hermawan