Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh! Presiden AFA Disebut Dicegat FBI di Bandara AS, Ini Fakta Sebenarnya
Advertisement . Scroll to see content

FIFA Buka Suara soal Tuduhan Pengaturan Skor Piala Dunia 2026, Hasil Investigasi Mengejutkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:00:00 WIB
FIFA Buka Suara soal Tuduhan Pengaturan Skor Piala Dunia 2026, Hasil Investigasi Mengejutkan
FIFA menegaskan tidak menemukan bukti pengaturan skor atau manipulasi pertandingan selama Piala Dunia 2026 (Foto: Kiro 7)
Advertisement . Scroll to see content

ZURICH, iNews.idFIFA akhirnya memberikan pernyataan tegas terkait tuduhan pengaturan skor atau match fixing di Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu memastikan tidak menemukan indikasi manipulasi pertandingan maupun aktivitas taruhan mencurigakan sepanjang turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan. Turnamen tersebut ditutup dengan keberhasilan Spanyol mengalahkan Argentina di final dan meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.

Di tengah sukses penyelenggaraan turnamen, berbagai kontroversi muncul terkait keputusan wasit. Salah satunya datang dari Federasi Sepak Bola Mesir yang memprotes kepemimpinan wasit saat tim mereka kalah 2-3 dari Argentina.

Federasi Sepak Bola Mesir bahkan meminta FIFA mencoret wasit beserta seluruh tim perangkat pertandingan yang memimpin laga tersebut setelah melakukan evaluasi terhadap sejumlah keputusan yang dianggap merugikan.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, turut memicu kontroversi setelah menuding FIFA memihak Lionel Messi. Dia menyampaikan tuduhan tersebut usai melakukan gestur berbentuk huruf "X" di pinggir lapangan.

Kepala Departemen Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, langsung menanggapi tuduhan tersebut. Dia menegaskan berbagai tudingan yang menyerang integritas wasit tidak memiliki dasar yang jelas.

FIFA Pastikan Tak Ada Bukti Match Fixing

Kontroversi semakin meluas setelah akun Instagram Cristiano Ronaldo menyukai unggahan yang menuduh FIFA melakukan praktik korupsi selama Piala Dunia 2026.

Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, FIFA merilis hasil kerja FIFA Integrity Task Force, tim yang beranggotakan perwakilan badan sepak bola dunia, FBI, INTERPOL, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Council of Europe, International Betting Integrity Association, serta sejumlah lembaga lain.

Tim tersebut memantau seluruh aktivitas taruhan dan jalannya pertandingan secara langsung selama turnamen berlangsung. Hasil analisis menunjukkan tidak ada pola taruhan mencurigakan maupun indikasi manipulasi dalam satu pun pertandingan.

FIFA menyampaikan hasil investigasi tersebut melalui pernyataan resmi.

"Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang kompetisi, Task Force tidak menemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan maupun indikasi manipulasi pertandingan dalam laga mana pun."

FIFA juga menjelaskan seluruh laporan pemantauan taruhan, data pertandingan, dan informasi lain dikumpulkan secara terpusat selama turnamen. Seluruh data kemudian dianalisis bersama anggota Task Force sesuai prosedur operasional yang berlaku.

Manajer Senior Integritas FIFA, Liam Rich, menilai kolaborasi tersebut menjadi fondasi kuat dalam pertukaran informasi dan penilaian terhadap potensi ancaman integritas. Model kerja sama itu akan kembali diterapkan pada turnamen FIFA berikutnya, termasuk Piala Dunia Wanita tahun depan.

Argentina Masih Diselidiki FIFA

Meski memastikan tidak ada pengaturan skor, FIFA masih menjalankan dua investigasi yang melibatkan Argentina.

Penyelidikan pertama berkaitan dengan pengibaran spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina" setelah kemenangan atas Inggris di semifinal.

Selain itu, FIFA juga menyelidiki kericuhan yang terjadi seusai final melawan Spanyol. Leandro Paredes, Nahuel Molina, dan asisten pelatih Roberto Ayala diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain lawan.

Komite Disiplin FIFA telah menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk mengusut insiden tersebut. Penyelidikan akan menentukan apakah Argentina melanggar Pasal 13 Kode Disiplin FIFA, yang mengatur perilaku tidak pantas dan tindakan yang mencoreng nama baik sepak bola maupun FIFA. Jika terbukti bersalah, sanksi yang dapat dijatuhkan mencakup denda hingga larangan beraktivitas di pertandingan resmi.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut