Endrick dan Rayan Awal Era Baru Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
HOUSTON, iNews.id – Endrick dan Rayan menjadi simbol awal era baru Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 yang menandai percepatan regenerasi di tubuh Selecao.
Dua pemain muda berusia 19 tahun itu kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai proyek jangka panjang, melainkan sudah mulai masuk dalam struktur penting permainan Brasil di level tertinggi sepak bola dunia.
Endrick dan Rayan hadir dengan latar berbeda, namun berada dalam satu misi yang sama: menjadi bagian dari transisi besar skuad Brasil.
Rayan lebih dulu mendapat momentum setelah tampil konsisten bersama Bournemouth di Premier League. Performa tersebut membuat dia masuk dalam radar pelatih Carlo Ancelotti lebih cepat dari perkiraan awal banyak pihak.
Perubahan situasi terjadi ketika cedera Raphinha membuka ruang di sektor sayap. Rayan kemudian langsung masuk ke dalam sistem utama Brasil dan mendapat kepercayaan dalam skema permainan.
Ancelotti menilai kontribusi pemain muda itu sudah sesuai kebutuhan tim.
“Rayan tampil baik saat masuk menggantikan Raphinha melawan Haiti. Dia punya banyak hal untuk ditawarkan. Dia bisa memberi lebar permainan jika kami membutuhkannya,” ujar Ancelotti, dikutip dari FIFA.com.
Keputusan ini memperlihatkan perubahan pendekatan Brasil dalam membangun skuad, dengan memberi ruang lebih cepat kepada pemain muda untuk tampil di panggung besar.
Berbeda dengan Rayan, Endrick menjalani proses bertahap di turnamen ini. Dia tidak langsung menjadi starter, tetapi perlahan mendapat menit bermain yang semakin penting di lini serang Brasil.
Setiap kali diturunkan, Endrick memberi intensitas tinggi, tekanan agresif kepada lawan, serta pergerakan yang membuat lini depan Brasil lebih hidup.
Ancelotti menilai Endrick memiliki peran penting dalam perubahan ritme permainan tim.
“Kami tahu harus menambah kekuatan di kotak penalti untuk kembali ke pertandingan. Endrick memberi kekuatan itu dan membuat kehadirannya terasa. Dia bermain sangat baik, membawa intensitas dan ancaman nyata,” kata dia.
Meski belum menjadi tumpuan utama, kontribusi Endrick mulai terlihat dalam pola permainan Brasil yang lebih dinamis.
Endrick dan Rayan sebenarnya sudah saling mengenal sejak level junior. Keduanya pernah berada di jalur yang sama sebagai talenta muda Brasil, bahkan sempat saling berhadapan di kompetisi usia muda.
Pada final Copa do Brasil U-17 2022, Endrick mencetak dua gol di leg pertama, sementara Rayan juga mencatat kontribusi di leg kedua dalam laga yang berlangsung ketat.
Setelah itu, perjalanan mereka berbeda arah. Endrick lebih cepat masuk ke tim senior Brasil, sedangkan Rayan berkembang melalui jalur kompetisi Eropa.
Kini, Piala Dunia 2026 menjadi titik pertemuan keduanya dalam level tertinggi, sebagai bagian dari generasi baru Selecao.
Kemunculan Endrick dan Rayan menegaskan bahwa Brasil sedang memasuki fase baru, di mana pemain muda tidak lagi hanya disiapkan untuk masa depan, tetapi langsung diuji di panggung terbesar sepak bola dunia.
Editor: Abdul Haris