Empat Motor di 5 Besar, Aprilia Tetap Rendah Hati Soal Target Juara
BURIRAM, iNews.id – Aprilia Racing memilih merendah usai menghancurkan dominasi Ducati pada MotoGP Thailand 2026 meski secara terbuka membidik gelar juara dunia musim ini.
Tim pabrikan asal Italia tersebut menempatkan empat pembalap di lima besar balapan utama di Sirkuit Internasional Chang, Minggu (1/3/2026). Marco Bezzecchi merebut kemenangan, Raul Fernandez finis ketiga, Jorge Martin keempat, dan Ai Ogura kelima.
Dominasi kolektif itu langsung mengubah peta persaingan awal MotoGP 2026. Aprilia tampil solid, bukan hanya mengandalkan satu pembalap.
Sebaliknya, Ducati gagal mengimbangi performa tersebut. Fabio Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik dengan finis keenam.
Rekor Podium Ducati Putus di MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez: Jangan Panik!
Franco Morbidelli berada di posisi kedelapan dan Francesco Bagnaia kesembilan. Marc Marquez serta Alex Marquez tidak menyelesaikan balapan.
Hasil di Thailand menjadi awal musim yang ideal bagi Aprilia. Namun manajemen tim menolak larut dalam euforia.
Bos Ducati Ungkap Alasan Pecah Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026
Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan ambisi tim tetap tinggi setiap musim. Dia menyebut gelar juara dunia sebagai target utama.
Komentar Mengejutkan Marc Marquez usai Insiden Pecah Ban di MotoGP Thailand 2026
“Walaupun ini baru balapan pertama dan saya harus tetap membumi, target kami setiap tahun adalah gelar juara dunia,” ujar Rivola, dikutip dari Motosan, Selasa (3/3/2026).
Rivola mengingatkan mentalitas bertarung harus terus dijaga. “Seperti yang dikatakan Bezzecchi tahun lalu dengan penuh keyakinan: ‘kalau tidak datang untuk bertarung demi kemenangan, lalu untuk apa datang?’. Itu harus menjadi semangat kami,” ucap dia.
Hasil MotoGP Thailand 2026: Bezzecchi Rajai Buriram, Marc Marquez Gagal Finish Gegara Ban
Meski optimistis, Rivola tidak ingin tim terlena dengan hasil satu seri. Musim MotoGP 2026 masih panjang dan tantangan akan datang di setiap lintasan berbeda.
Dia juga menunjukkan kepercayaan diri terhadap kapasitas internal tim. “Dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat kepada semua pihak, saya yakin sumber daya dan orang-orang yang dimiliki Aprilia tidak dimiliki oleh siapa pun,” katanya.
Sikap merendah tersebut menjadi pesan jelas dari Aprilia Racing. Dominasi di MotoGP Thailand 2026 menjadi modal awal, tetapi konsistensi sepanjang musim akan menjadi penentu dalam perburuan gelar dunia.
Editor: Abdul Haris