Drama Championship: Elkan Baggott Nyaris Promosi, Ole Romeny di Ambang Degradasi
IPSWICH, iNews.id -Elkan Baggott dan Ole Romeny menghadapi situasi sangat kontras di kompetisi Championship Inggris musim 2025/26.
Dua pemain Timnas Indonesia itu sama-sama berkompetisi di kasta kedua Liga Inggris, tetapi berada di jalur nasib yang berbeda jauh.
Elkan Baggott memperkuat Ipswich Town yang sedang bersaing di papan atas klasemen, sementara Ole Romeny membela Oxford United yang terpuruk di zona degradasi.
Situasi ini membuat akhir musim menjadi sangat menentukan bagi keduanya, dengan peluang yang bertolak belakang.
Kiper Timnas Jepang Kirim Sinyal Tertarik Gabung MU
Ipswich Town saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan 79 poin, masih menyisakan satu pertandingan lebih sedikit dibanding Millwall di posisi ketiga.
Jika mampu mempertahankan posisi hingga akhir musim setelah 46 laga, Ipswich otomatis promosi ke Premier League.
3 Skenario Terburuk Cedera Lamine Yamal, Barcelona dan Timnas Spanyol Panik!
Bahkan jika gagal finis dua besar, mereka masih memiliki jalur play-off untuk berebut tiket promosi.
Meski berada di skuad Ipswich, Elkan Baggott belum mencatatkan penampilan di Championship musim ini.
PSSI Diundang FIFA ke Kanada, Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik?
Dia baru tampil dua kali di ajang Piala FA, tanpa menit bermain di liga.
Kondisi berbeda dialami Ole Romeny bersama Oxford United yang saat ini berada dalam tekanan besar.
Lamine Yamal Akhiri Musim Lebih Cepat, Dicoret dari Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026?
Klub milik Erick Thohir itu terancam turun kasta ke League One jika tidak segera keluar dari zona merah.
Oxford berada di posisi 21 dengan 44 poin, menyisakan dua pertandingan tersisa di musim ini.
Tim asuhan Matt Bloomfield tertinggal enam poin dari Charlton Athletic yang berada di batas zona aman dengan 40 poin.
Secara matematis, Oxford masih punya peluang bertahan jika mampu menyapu bersih dua laga sisa.
Mereka juga harus berharap Charlton kehilangan poin di dua pertandingan terakhir.
Ada pula skenario tambahan jika West Brom mendapat pengurangan poin akibat pelanggaran aturan finansial, meski peluang itu sangat kecil karena selisih poin masih cukup jauh.
Dalam kondisi ini, Ole Romeny lebih sering menjadi pemain rotasi dan belum menjadi pilihan utama.
Dia hanya mencatat 15 penampilan di Championship serta dua laga di Piala FA sepanjang musim.
Perbedaan situasi ini membuat Baggott dan Romeny menjadi dua gambaran ekstrem nasib pemain Indonesia di sepak bola Inggris, satu berpeluang naik ke Premier League, satu lainnya berjuang menghindari degradasi.
Editor: Reynaldi Hermawan