Doa sebelum Penalti, Sujud usai Menang: Maroko Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026
MONTERREY, iNews.id –Timnas Maroko menyita perhatian dunia usai menyingkirkan Timnas Belanda 3-2 lewat adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Achraf Hakimi dan kolega melakukan ritual doa dan sujud yang viral di media sosial.
Menjelang adu penalti yang penuh tekanan, para pemain Maroko tidak berkumpul membahas taktik atau instruksi terakhir. Mereka membentuk lingkaran bersama pelatih Mohamed Ouahbi untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan berdoa bersama.

Momen tersebut terjadi tepat sebelum adu penalti dimulai dalam laga yang berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Maroko akhirnya menang lewat tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Ketika Ismael Saibari sukses mengeksekusi penalti penentu, selebrasi Maroko berlangsung tidak biasa. Alih-alih langsung berpelukan, para pemain dan staf pelatih melakukan sujud syukur secara serempak di lapangan.
Aksi tersebut menjadi simbol kuat ikatan spiritual skuad Singa Atlas. Ritual doa dan sujud bukan hal baru bagi Maroko, karena tradisi ini sudah mereka lakukan dalam berbagai laga penting, baik saat meraih kemenangan maupun menerima hasil pahit.
Nilai tersebut juga tercermin dari sosok Noussair Mazraoui, bek Manchester United yang dikenal terbuka soal peran Islam dalam hidupnya. Dia kerap menyampaikan keinginannya menghafal Al-Qur’an dan melanjutkan pendidikan agama setelah pensiun.
Di lapangan, Mazraoui tampil solid saat menghadapi Belanda. Dia membantu menjaga pertahanan Maroko tetap disiplin hingga momen krusial penyelamatan penalti oleh Yassine Bounou membuka jalan kemenangan.
Saibari juga mencuri sorotan sepanjang turnamen. Pemain berusia 24 tahun tersebut sudah mencetak tiga gol dari empat pertandingan dan selalu mencetak gol di fase grup sebelum menjadi penentu saat adu penalti.
Dengan kombinasi iman, ketenangan, dan kualitas permainan, perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 terus berlanjut. Selanjutnya, Maroko akan menghadapi Kanada demi memperebutkan satu tempat di babak perempat final.
Editor: Reynaldi Hermawan