Ditarik Cepat Lawan Arab Saudi, Lamine Yamal Tegaskan Tidak Cedera
DOHA, iNews.id – Lamine Yamal menjadi sorotan utama usai Spanyol menang telak 4-0 atas Arab Saudi pada laga lanjutan fase grup Piala Dunia 2026, Minggu (22/6/2026). Penyerang muda itu menjelaskan alasan penarikan cepat dirinya di tengah kekhawatiran publik soal cedera hamstring.
Kemenangan besar ini menjadi respons keras Timnas Spanyol setelah start mengecewakan di laga pembuka. Sebelumnya, juara Euro 2024 itu gagal mencetak gol saat bermain imbang melawan Cape Verde. Empat gol ke gawang Arab Saudi langsung mengangkat posisi Spanyol dan hampir memastikan tiket ke fase gugur.
Lamine Yamal tampil sebagai starter dan langsung memberi dampak. Dia membuka skor sekaligus menandai kembalinya ke susunan utama. Dua gol lain dicetak Mikel Oyarzabal, sementara satu gol tambahan lahir dari bunuh diri bek Arab Saudi, Hassan Altambakti.
Namun kemenangan ini sempat diwarnai tanda tanya. Yamal, yang tampil dominan sepanjang 45 menit pertama, justru ditarik keluar saat jeda babak pertama. Keputusan tersebut memicu kekhawatiran suporter mengingat dia baru pulih dari cedera hamstring.
Yamal akhirnya memberi klarifikasi. “Itu sudah rencana, bermain satu babak lalu bisa beristirahat, tapi yang terpenting membantu tim,” kata dia dikutip dari Sport Bible.
Pernyataan ini meredam spekulasi cedera kambuhan.
Dengan keunggulan tiga gol saat turun minum, keputusan pelatih Luis de la Fuente dinilai logis. Selain Yamal, Oyarzabal juga ditarik lebih awal demi menjaga kebugaran jelang laga penentuan grup melawan Uruguay.
Bagi Yamal, laga ini bukan sekadar kemenangan. Dia mencatat momen personal bersejarah dengan mencetak gol pada debut starter di Piala Dunia.
“Ini sangat spesial, saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia dan bisa mencetak gol pada laga pertama sebagai starter adalah mimpi,” ujar dia.
Dia juga menyinggung pengalaman masa lalu.
“Piala Dunia sebelumnya saya tonton di kelas. Sekarang bisa mencetak gol di sini dengan ibu dan keluarga menyaksikan adalah mimpi,” lanjutnya.
Gol tersebut membuat Yamal berusia 18 tahun 343 hari saat mencetak gol. Catatan itu menempatkan dia di peringkat kedelapan daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia, tepat di atas Lionel Messi. Rekor teratas masih dipegang Pele yang mencetak gol pada usia 17 tahun 239 hari.
Yamal juga menyinggung perubahan sikap tim usai hasil imbang di laga pertama.
“Pertandingan pertama bukan diri kami, terasa berbeda. Sekarang kami sudah tiba dan ingin lebih,” ucap dia.
“Hasil imbang di laga yang harus dimenangi menyakitkan, membuat kami banyak berpikir dan datang ke pertandingan ini sesuai keinginan kami.”
Kemenangan telak atas Arab Saudi menjadi sinyal kebangkitan Spanyol. Dengan performa stabil dan kondisi pemain kunci terjaga, laga terakhir grup melawan Timnas Uruguay bakal menjadi ujian konsistensi La Roja menuju fase gugur.
Editor: Reynaldi Hermawan