Dikartu Merah, Neymar: Saya Menjadi Korban
Dikartu Merah, Neymar: Saya Menjadi Korban
MARSEILLE – Striker Paris Saint-Germain (PSG) Neymar Jr menampilkan dua wajah berbeda dalam duel bertajuk Le Classique kontra Olympique Marseille pada pekan 10 Ligue 1, Minggu (22/10/2017) malam waktu setempat atau Senin (23/10/2017) dini hari WIB. Dalam laga yang berakhir 2-2 di Stade Velodrome itu, striker asal Brasil itu mencetak satu gol namun juga diganjar kartu merah jelang laga usai.
Insiden pengusiran pemain termahal dunia itu terjadi pada menit ke-87 saat Neymar yang dilanggar lawan kembali bangkit untuk terus menggiring bola, namun tak lama kemudian dia kembali terjatuh karena ditekel winger Marseille Lucas Ocampos.
Kali ini, Neymar bangkit dengan penuh amarah. Dia langsung bangkit dan menghampiri Ocampos sebelum mendorongnya jatuh. Sontak kejadian itu membuat situasi memanas. Namun, wasit Ruddy Buquet mampu mengatasi keadaan dengan memanggil kedua pemain. Pertama, sang pengadil mengeluarkan kartu kuning kepada Ocampos, sebelum juga menghadiahi kartu serupa kepada Neymar.
Ironisnya, buat Neymar itu kartu kuning kedua yang diterimanya dilaga itu yang berartu kartu merah setelah sebelumnya juga mendapatkan peringatan serupa pada menit ke-85. Alhasil, kejadian itu menjadi pengusiran pertama pemain 25 tahun itu di Ligue 1 sejak didatangkan dari Barcelona dengan banderol 222 juta euro (Rp4,4 triliun).
Usai pertandingan, Pelatih PSG Unai Emery melihat kartu merah itu sebagai vonis yang tak adil kepada aset berharganya itu. Pasalnya, kejadian itu tak lepas dari provokasi para pemain Marseille yang terus-menerus mengasari Neymar.
“Kami sedikit kecewa atas pengusiran (Neymar) itu, karena sepanjang pertandingan dia banyak dilanggar. Saya pikir wasit perlu berpikir lebih bijak. Kita perlu melindungi seluruh pemain,” ucap Emery dikutip Daily Mail.
“Kartu kuning itu, saya pikir tak adil buat Neymar. Dia pemain yang ingin bermain, tapi jika setiap laga dia diprovokasi, tentu akan ada agresi. Saya pikir ini tugas kita untuk melindungi para pemain penting di kedua tim,” lanjutnya.
Neymar pun tak senang dengan perlakuan wasit terhadapnya. Dia protes kartu merah yang diterimanya karena menilai dirinya menjadi korban di laga tersebut. Bahkan, dia juga sempat mendapat lemparan berbagai benda dari para suporter tuan rumah saat sedang mengambil sepak pojok.
“Saya pikir itu (kartu merah) berlebihan dan tidak adil. Saya terlalu banyak menderita di pertandingan ini. Lihat, saya punya banyak bekas luka di seluruh tubuh,” kata Neymar.
“Itu (mendorong Ocampos) adalah bentuk sikap frustrasi saya setelah dilanggar. Saya sangat terganggu ketika dia melanggar saya dari belakang. Wasit telah melakukan apa yang dia inginkan,” paparnya.
Sebelum diganjar kartu merah, Neymar menjadi aktor terciptanya gol pertama PSG pada menit ke-33 menyamakan gol pembuka Marseille melalui Luis Gustavo (menit ke-16). Marseille sempat kembali unggul melalui Florian Thauvin (78). Beruntung, meski bermain 10 orang, PSG pantang menyerah dan kembali memaksa skor imbang melalui tendangan bebas Edinson Cavani (90+3).
Meski imbang, PSG tetap memuncaki klasemen sementara dengan poin 26, unggul empat angka dari AS Monaco yang menguntit di urutan kedua. Sementara Marseille justru turun ke peringkat 5 dengan poin 18.
Editor: Abdul Haris