Diego Maradona Sudah Ramalkan Gol Abad Ini sebelum Hancurkan Inggris di Piala Dunia 1986
ATLANTA, iNews.id – Diego Maradona kembali menjadi sorotan menjelang duel Timnas Argentina vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Pertemuan dua rival besar itu membangkitkan kenangan tentang penampilan luar biasa Maradona di Stadion Azteca, Meksiko, pada 22 Juni 1986.
Argentina dan Inggris akan memperebutkan tiket ke final Piala Dunia 2026. La Albiceleste berusaha mempertahankan gelar, sedangkan The Three Lions memburu trofi mayor pertama setelah penantian selama 60 tahun.
Pertandingan tersebut juga mempertemukan Lionel Messi dan Harry Kane. Keduanya bersaing dalam perburuan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Namun, setiap pertemuan Argentina dan Inggris selalu membawa ingatan publik menuju perempat final Piala Dunia 1986. Hampir 120.000 penonton hadir di Stadion Azteca ketika Maradona menciptakan dua momen yang terus dibicarakan hingga sekarang.
Gol pertama dikenal sebagai Gol Tangan Tuhan. Setelah itu, Maradona mencetak Gol Abad Ini dengan membawa bola dari dekat garis tengah, melewati pertahanan Timnas Inggris, lalu menaklukkan penjaga gawang.
Salvatore Carmando menjadi salah satu orang yang menyaksikan langsung penampilan bersejarah tersebut. Dia merupakan terapis pijat Maradona selama Piala Dunia 1986 sekaligus sosok penting yang membantu kondisi fisik sang legenda tetap prima.
Carmando bekerja selama lebih dari tiga dekade dalam tim medis Napoli. Perannya dianggap begitu penting hingga Maradona membawanya ke Meksiko sebagai terapis resmi Timnas Argentina.
“Pada Januari 1986, Diego mengatakan kepada saya, ‘Siapkan semuanya, kita akan pergi ke Piala Dunia.’ Jadi, kami berangkat ke Meksiko bersama. Saya berada di sana hampir dua bulan,” kata Carmando dalam wawancara dengan FIFA.
Hubungan keduanya tidak hanya terbentuk di lapangan. Carmando membantu Maradona memulihkan kondisi tubuh setelah setiap pertandingan agar sang kapten dapat terus menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menurut Carmando, Gol Abad Ini ternyata sudah direncanakan Maradona sebelum pertandingan. Sang pemain memang belum mengetahui cara mencetaknya, tetapi dia bertekad membuat gol spektakuler ke gawang Inggris.
“Setelah mencetak gol kedua, Diego mendatangi saya, memeluk saya, lalu berkata, ‘Saya sudah bilang akan melakukannya dan saya berhasil,’” ujar Carmando.
“Sebelum pertandingan, dia mengatakan kepada saya, ‘Saya harus mencetak gol luar biasa hari ini. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tetapi saya harus melakukannya.’ Dia benar-benar melakukannya,” lanjutnya.
Carmando menyebut Maradona selalu memenuhi perkataannya. Hal serupa pernah terjadi sebelum pertandingan Napoli melawan Juventus, ketika Maradona mencetak gol indah melalui tendangan bebas tidak langsung dari dalam kotak penalti.
Argentina dan Inggris sudah dua kali bertemu di Piala Dunia setelah duel 1986, yakni pada edisi 1998 dan 2002. Namun, laga semifinal di Atlanta kali ini terasa berbeda karena kedua tim bertarung untuk satu tempat di partai puncak.
“Mungkin peristiwa itu sudah terjadi 40 tahun lalu, tetapi hal seperti itu tidak pernah meninggalkan diri Anda. Memikirkan Argentina dan Inggris akan kembali bertemu, ini merupakan momen bersejarah,” kata Carmando.
Ketika ditanya mengenai Gol Tangan Tuhan, Carmando memberikan jawaban dengan nada bercanda. “Semua orang mengatakan dia mencetak gol menggunakan tangan. Itu tidak benar, dia mencetaknya menggunakan kepala,” tuturnya sambil tertawa.
Carmando terus mendampingi Maradona sepanjang turnamen. Dia kemudian ikut terbang ke Argentina untuk merayakan keberhasilan La Albiceleste menjadi juara dunia bersama sekitar satu juta pendukung yang menyambut kepulangan tim.
Kenangan paling berharga milik Carmando dari turnamen tersebut adalah replika trofi Piala Dunia. Benda itu disimpan di brankas bank dan menjadi simbol hubungannya dengan Maradona.
“Sayangnya, trofi itu berada di brankas bank, bukan di rumah. Jadi, saya tidak dapat melihatnya setiap hari. Namun, benda itu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan saya. Bagi saya, trofi itu mewakili Diego,” ucapnya.
Carmando mengenang Maradona sebagai sosok penuh kepedulian yang membantu banyak orang. Bagi dia, sang legenda bukan hanya pemain terhebat sepanjang masa, tetapi juga pribadi istimewa yang sulit tergantikan.
“Dia adalah orang terbaik di dunia, seorang pria luar biasa yang membantu banyak orang. Pria seperti Diego sudah tidak ada lagi,” tutup Carmando.
Editor: Abdul Haris