Derita AC Milan Bertambah! Loftus-Cheek Retak Rahang saat Tumbang dari Parma
MILAN, iNews.id - Gelandang AC Milan, Ruben Loftus-Cheek, mengalami retak tulang alveolar saat timnya kalah 0-1 dari Parma Calcio 1913 di San Siro. Cedera serius itu membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit dan berpotensi naik meja operasi.
Kabar tersebut menambah penderitaan Milan dalam laga kandang tersebut. Loftus-Cheek ditarik keluar lapangan pada awal pertandingan dengan penyangga leher dan menggunakan tandu setelah mengalami benturan keras.
Menurut laporan jurnalis Sky Sport, Peppe Di Stefano, yang berada di stadion dan dikutip MilanNews, Loftus-Cheek mengalami fraktur pada tulang alveolar. Cedera ini tergolong serius dan memerlukan tindakan operasi, baik dilakukan semalam atau paling lambat Senin.
Loftus-Cheek terlihat sangat kesakitan saat meninggalkan lapangan. Situasi ini memberi dampak langsung terhadap permainan Milan yang kehilangan keseimbangan di lini tengah sejak awal laga.
Bek Barcelona Tolak Mentah-Mentah AC Milan
Tanpa kehadirannya, Rossoneri kesulitan mengontrol tempo pertandingan. Kekalahan 0-1 dari Parma pun memperumit langkah Milan dalam persaingan papan atas Serie A musim ini.
Tegang! Allegri dan Fabregas Bertengkar Usai AC Milan vs Como
Hingga kini belum ada kepastian mengenai durasi pemulihan sang gelandang. Tim medis masih berhati-hati mengingat cedera pada bagian rahang memiliki risiko tinggi dan membutuhkan penanganan detail.
Kemungkinan absen panjang tidak bisa dikesampingkan. Jika operasi berjalan sesuai rencana, Milan tetap harus menunggu hasil evaluasi lanjutan sebelum menentukan jadwal kembali bermain.
Hasil AC Milan vs Como: Gol Rafael Leao Selamatkan Rossoneri dari Kekalahan
Musim ini Loftus-Cheek menjadi salah satu figur penting di lini tengah Milan. Kontribusinya dalam menjaga keseimbangan tim membuat kehilangan dirinya menjadi pukulan berat, terutama di tengah jadwal padat yang menanti.
Cedera ini datang di momen krusial ketika Milan sedang berupaya menjaga posisi di papan atas klasemen. Tanpa Loftus-Cheek, pelatih harus mencari alternatif terbaik agar stabilitas permainan tetap terjaga dalam laga-laga berikutnya.
Editor: Reynaldi Hermawan