Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2.505 Personel Gabungan Amankan Laga Persija Vs Arema di GBK Malam Ini
Advertisement . Scroll to see content

Dejan Antonic Curhat Kerasnya Sepak Bola Indonesia: Mainkan Pemain Muda Kalah 2 Kali Langsung Out

Kamis, 18 Agustus 2022 - 18:02:00 WIB
Dejan Antonic Curhat Kerasnya Sepak Bola Indonesia: Mainkan Pemain Muda Kalah 2 Kali Langsung Out
Dejan Antonic berbagi cerita soal pengalamannya melatih di sepak bola Indonesia. Dia menilai sepak bola Indonesia keras (Foto: Dok Borneo FC)
Advertisement . Scroll to see content

BANJARMASIN, iNews.id- Pelatih Barito Putera, Dejan Antonic berbagi cerita soal pengalamannya melatih di sepak bola Indonesia. Dia menilai sepak bola Indonesia keras

Antonic mencicipi persaingan di sepak bola Indonesia sejak tahun 2012. Namun, dia mengaku tidak menemukan perkembangan yang signifikan dari sepak bola Indonesia.

Bahkan Dejan merasa sepak bola Indonesia masih berada pada level yang dulu. Pelatih berusia 53 tahun itu pun merasa Indonesia berbenah agar tidak semakin tertinggal oleh negara lain.

"Sepak bola Indonesia masih berada di level yang dulu," ungkap Dejan Antonic pada kanal YouTube Tommy Desky, Kamis (18/8/2022).

"Sejak beberapa musim saya ada di sepak bola Indonesia, saya rasa kita harus berubah dengan cepat karena negara-negara lain didekat kita sudah semakin berkembang," imbuhnya.

Dejan juga mengkritik sepak bola Indonesia yang kerap terburu-buru memecat pelatih yang sedang berusaha mengembangkan pemain muda. Dia merasa hal tersebut akan sangat berbahaya bagi kelangsungan sepak bola Indonesia ke depannya.

"Di indonesia banyak pelatih yang mau memainkan pemain muda, tapi kali satu, dua, tiga pertandingan kalah, orang-orang langsung minta keluar. dan itu masalah besar di sepak bola Indonesia," sambung Dejan Antonic.

"Kalo kita terus seperti ini, kita tidak bisa maju. Saya sudah bilang dari dulu, kalau Indonesia tidak punya pemain muda, sepak bolanya sebentar lagi mati," sambungnya.

Dejan merasa semua pelatih harus diberikan kesempatan sebaik mungkin untuk bisa meningkatkan kualitas pemain mudanya tanpa ada tuntutan hasil terlalu tinggi. Pasalnya, hal tersebut dianggap sebagai sebuah proses untuk menciptakan sebuah tim yang dapat bersaing.

"Kita harus kasih kesempatan untuk pemain muda, baik kalah, menang, atau seri, itu adalah proses untuk membuat satu tim," pungkasnya.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut