Declan Rice Bongkar Titik Balik Arsenal Juara Liga Inggris: Momen Ruang Ganti Ubah Segalanya!
LONDON, iNews.id - Declan Rice akhirnya membongkar momen paling menentukan di balik keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Inggris 2025-2026. Gelandang Timnas Inggris itu menyebut ruang ganti Arsenal sempat berada dalam situasi tegang sebelum akhirnya bangkit dan mengunci gelar juara.
Arsenal hampir kehilangan momentum dalam perebutan gelar saat ditahan Wolverhampton Wanderers 2-2 pada Februari lalu. Padahal, The Gunners sempat unggul dua gol sebelum kebobolan gol penyama kedudukan pada masa injury time.
Hasil tersebut sempat membuka peluang Manchester City untuk kembali menguasai persaingan gelar. Namun, Arsenal justru bangkit dan menutup musim sebagai juara Premier League.
Usai memastikan trofi di Selhurst Park, Declan Rice mengungkap ruang ganti Arsenal langsung menggelar pertemuan penting tanpa kehadiran staf pelatih setelah laga kontra Wolves.
Menurut Rice, pertemuan itu menjadi titik balik terbesar Arsenal musim ini. Kapten Martin Odegaard menjadi sosok pertama yang berbicara di depan tim.
Namun, Rice juga menyoroti peran Christian Norgaard dan Eberechi Eze dalam mengubah suasana tim. Padahal, Eze saat itu belum benar-benar menjadi pemain inti Arsenal.
“Saya tahu ada satu pemain, Norgaard, yang mengatakan hal sangat bagus. Martin juga memulai pembicaraan, tetapi Eze menutupnya dengan pesan yang sangat kuat,” ujar Rice, dikutip dari Metro.co.uk.
Rice menyebut Eze memiliki pengaruh besar karena sikap tenangnya di ruang ganti. Menurut dia, karakter Eze di luar lapangan sama seperti saat bermain.
“Dia sosok yang sangat tenang. Cara dia di lapangan sama seperti di luar lapangan. Dia membuat semua orang lebih tenang dan itu sangat bagus,” tutur Rice.
Rice juga mengungkap banyak pemain Arsenal mulai menunjukkan jiwa kepemimpinan sepanjang musim. Bahkan, beberapa pemain yang jarang disorot ternyata memiliki pengaruh besar di balik layar.
“Ada banyak pemain yang melangkah maju musim ini. Orang mungkin tidak mengira mereka pemimpin, tetapi mereka berbicara dalam grup dan membantu rekan setim lewat percakapan pribadi,” katanya.
Setelah hasil buruk melawan Wolves, Arsenal kemudian melaju dengan empat kemenangan beruntun di Premier League. Mereka sukses mengalahkan Tottenham Hotspur, Chelsea, Brighton & Hove Albion, dan Everton.
Rentetan kemenangan tersebut akhirnya menjadi penentu keberhasilan Arsenal meraih gelar juara liga musim ini. Rice menilai perubahan mental menjadi faktor terbesar kebangkitan tim.
“Ada beberapa pertemuan penting tanpa staf pelatih, hanya pemain. Setelah laga melawan Wolves, itu menjadi momen paling krusial,” ucap Rice.
“Kami mengatakan kalau ingin juara, kami harus menikmati kemenangan dengan cara yang baik dan tidak terus merasa tertekan,” lanjutnya.
Rice mengakui Arsenal sempat kehilangan ketenangan karena tekanan besar dalam perburuan gelar. Namun setelah pertemuan tersebut, seluruh pemain mulai lebih rileks dan kembali menikmati permainan mereka.
“Dari momen itu semua orang menjadi lebih tenang dan itulah titik baliknya,” tutur Rice.
Editor: Abdul Haris