Coventry City Promosi ke Premier League setelah 25 Tahun, Frank Lampard Ukir Sejarah
JAKARTA, iNews.id - Coventry City promosi ke Premier League setelah 25 tahun usai hasil imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers di Ewood Park, Sabtu (18/4/2026) malam.
Hasil ini memastikan Coventry kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris untuk pertama kali sejak terdegradasi pada musim 2000-01. Klub asal West Midlands tersebut mengunci tiket promosi dari Championship lewat kampanye impresif di bawah asuhan Frank Lampard.
Sebagai salah satu pendiri Premier League pada musim 1992-93, Coventry sempat menghilang dari panggung utama selama lebih dari dua dekade. Kini, mereka kembali dengan cerita kebangkitan yang mengejutkan.
Coventry hanya membutuhkan satu poin dalam laga tersebut untuk memastikan promosi. Namun, situasi sempat menegangkan saat Ryoya Morishita membawa Blackburn unggul lebih dulu. Harapan baru muncul ketika Bobby Thomas mencetak gol penyeimbang lewat sundulan pada menit ke-84.
Jay Idzes Tak Tergoyahkan! Sassuolo Menang Dramatis atas Como
Gol tersebut langsung memicu selebrasi besar dari lebih dari 7.000 suporter Coventry yang memadati tribun tandang di Lancashire. Peluit akhir menjadi penanda resmi kembalinya mereka ke Premier League.
"Saya senang dengan gol penyeimbang itu. Ini malam spesial untuk klub, yang lebih besar dari kami semua," kata Lampard dikutip ESPN.
Perjalanan Coventry menuju titik ini tidak instan. Pada 2017, klub sempat terpuruk hingga kasta keempat sepak bola Inggris. Dari titik terendah tersebut, mereka perlahan bangkit.
Setelah gagal promosi usai kalah dari Luton di final playoff 2023, Coventry tampil luar biasa musim ini. Di bawah arahan Lampard, mereka melaju konsisten hingga memastikan promosi dengan tiga laga tersisa.
Meski sudah memastikan tiket ke Premier League, Coventry masih harus menunggu untuk mengunci gelar juara Championship. Ipswich yang berada di posisi kedua tertinggal 11 poin dengan lima pertandingan tersisa.
Lampard tidak lupa memberi penghargaan kepada semua pihak yang berkontribusi dalam perjalanan panjang klub, termasuk mantan pelatih Mark Robins.
"Semua terlihat jelas saat melihat para penggemar di akhir pertandingan. Klub ini sudah menderita selama 25 tahun sejak terakhir di Premier League, termasuk perjalanan turun ke League Two," ujar dia.
Promosi ini juga menandai kembalinya Lampard ke Premier League sebagai pelatih. Sebelumnya, dia pernah menangani Chelsea selama 18 bulan dan Everton selama satu musim.
Terakhir kali dia melatih di kasta tertinggi terjadi pada akhir musim 2022-23 saat menjadi pelatih interim Chelsea dalam sembilan pertandingan.
Sebagai pemain, Lampard merupakan legenda dengan tiga gelar Premier League bersama Chelsea. Kini, dia membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih dengan membawa Coventry menembus level tertinggi.
Kesuksesan ini menjadi salah satu kisah kebangkitan paling mencolok di sepak bola Inggris. Dari klub yang sempat terpuruk di divisi bawah, Coventry kini kembali ke panggung elit dengan momentum besar.
Editor: Reynaldi Hermawan