Bung Towel Sukses Bikin Shin Tae-yong Marah, tapi...
JAKARTA, iNews.id - Pengamat sepak bola Tanah Air Tommy Welly sukses membuat Shin Tae-yong marah. Tapi sang juru taktik asal Korea Selatan itu sama sekali tak menyimpan dendam.
Nama Tommy Welly alias Bung Towel kembali menjadi perbincangan hangat publik sepak bola Tanah Air. Dia mengejek Shin Tae-yong yang mempromosikan restoran cepat saji Korea Selatan usai dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia.
"Memang cocoknya jualan," tulis Bung Towel di Instagram Story miliknya.
Netizen dibuat geram. Sebab Bung Towel kali ini sudah menyerang Shin Tae-yong bukan dari konteks sepak bola lagi.
Penerjemah Shin Tae-yong Kirim Komentar Menohok untuk Bung Towel: Tolong Jaga Etika!
Jauh sebelum itu, Bung Towel memang kerap mengkritik kinerja Shin Tae-yong. Dia menilai sang pelatih gagal membawa Garuda terbang tinggi dan berulang kali gagal di level sekelas Piala AFF.
Bung Towel Ledek Shin Tae-yong yang Promosikan Restoran Ayam: Memang Cocoknya Jualan!
Shin Tae-yong juga pernah mengomentari kritikan dari Bung Towel saat masih menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Dia mengaku kesal lantaran dihujat meski sudah bekerja keras untuk sepak bola Tanah Air.
"Kadang, dalam hati, saya marah juga. Saya sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik, tapi dia masih mengatakan hal-hal yang tak berguna," kata Shin Tae-yong dikutip dari youtube KBS World Indonesia.
Pengamat Sebut Level Patrick Kluivert di Bawah Shin Tae-yong, tapi...
Meski demikian Shin Tae-yong tetap membutuhkan sosok seperti Bung Towel. Sebab jika tidak ada yang mengkritik, dia takut akan jadi pelatih otoriter.
"Orang-orang seperti itu (pengkritik) juga harus ada agar sepak bola bisa berkembang. Tidak semua orang akan menyukai saya 100 persen di kelompok mana pun. Jika mendapat dukungan 100 persen, saya bisa jadi otoriter," kata Shin Tae-yong
Shin Tae-yong Tanggapi Salam Perpisahan Pemain Timnas Indonesia, Komentar ke Egy Maulana Jadi Sorotan
"Saya pikir, tak apa-apa mereka mengkritik dengan bebas," ujarnya.
Editor: Reynaldi Hermawan