Brasil Lolos 16 Besar Piala Dunia, Neymar Sindir Ahli Matematika Dunia
HOUSTON, iNews.id – Brasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia usai bangkit dan mengalahkan Jepang 2-1. Bintang Tim Samba Neymar melontarkan sindiran tajam kepada matematikawan yang memprediksi timnya tersingkir lebih awal.
Tim Samba menang dramatis di Houston meski Neymar hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga. Brasil tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dan memastikan tiket fase gugur.
Jepang membuka keunggulan pada babak pertama lewat gol Kaishu Sano. Brasil tampil kurang meyakinkan di 45 menit awal hingga akhirnya menyamakan skor melalui sundulan Casemiro setelah turun minum.
Gol penentu kemenangan lahir di menit akhir. Gabriel Martinelli, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol krusial sekaligus mengunci kemenangan 2-1 bagi Timnas Brasil.
Hasil tersebut mengantar Brasil ke babak 16 besar dan menunggu pemenang laga Pantai Gading kontra Norwegia di New Jersey, Minggu mendatang. Sorak sorai suporter Selecao pecah di stadion, menandai kelolosan dramatis dari fase gugur awal.
Usai pertandingan, Neymar akhirnya angkat suara di media sosial. Dia mengejutkan publik dengan menyindir matematikawan asal Jerman, Joachim Klement, yang sebelumnya memprediksi Brasil tersingkir di babak 32 besar.
Lewat akun resmi X, Neymar menulis, “Tuan Joachim Klement… silakan coba lagi di Piala Dunia berikutnya.”
Unggahan singkat itu langsung viral dan meraih sekitar 2,8 juta tayangan, meski dia tidak bermain satu menit pun saat Brasil menaklukkan Jepang.
Sebelum turnamen dimulai, Klement sempat memprediksi Brasil finis sebagai juara Grup C. Namun, dia juga memperkirakan Jepang menyingkirkan Brasil di fase gugur. Prediksi itu meleset total setelah hasil di Houston.
Model perhitungan Klement dikenal luas karena menggabungkan data produk domestik bruto per kapita, jumlah penduduk, posisi sepak bola dalam budaya nasional, serta peringkat dunia terkini. Metode itu sebelumnya mencatat akurasi tinggi.
Klement sukses menebak tiga juara Piala Dunia terakhir. Dia memprediksi Jerman juara pada 2014, Prancis angkat trofi pada 2018, serta Argentina menjuarai edisi 2022 bersama Lionel Messi setelah menang adu penalti atas Prancis.
Pada edisi kali ini, Klement menjagokan Belanda sebagai juara dunia pertama mereka, dengan skenario menyingkirkan Spanyol di semifinal dan Portugal di final New Jersey pada 19 Juli. Rute tersebut kini mustahil terwujud karena Spanyol dan Portugal berada di jalur pertemuan lebih awal.
Dalam wawancara bersama Der Spiegel yang dikutip ESPN, Klement pernah berkata, “Ini sepenuhnya tidak rasional. Ini seperti bermain lotre. Jika ada orang bertaruh berdasarkan prediksi saya soal juara dunia berikutnya, mereka sudah di luar nalar.” Ucapan itu juga dia samakan dengan melempar koin.
Sementara itu, Neymar baru mencatatkan 14 menit bermain di Piala Dunia kali ini. Pelatih Carlo Ancelotti mengungkapkan alasan tidak menurunkannya saat melawan Jepang. Dia berkata, “Saya tidak ingin mengubah struktur, karena tim mengendalikan permainan.”
Editor: Reynaldi Hermawan