Bos Ducati Pesimistis Dovizioso Juara
VALENCIA, iNews.id - General Manager (GM) Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, merasa pesimis pembalapnya, Andrea Dovizioso menjadi juara dunia MotoGP 2017. Meski demikian, dirinya menegaskan timnya tak berhenti berharap.
Pada klasemen pembalap, Dovizioso memiliki 261 poin, tertinggal 21 poin dari pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. Jika ingin merengkuh gelar juara dunia, dia harus menang pada seri terakhir GP Valencia, di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) Malam WIB, itu dengan catatan Marquez finis di luar posisi 11.
Bila menilik sejarah, performa Dovizioso di Valencia memang kurang baik. Dia belum pernah jadi juara di sana sepanjang karir MotoGP. Perolehan terbaik yang didapatnya, hanya posisi ketiga tahun 2011, walau saat masih berlaga di kelas 125 cc pada 2004, Dovizioso pernah menjadi kampiun di sana.
"Kami menyadari misi ini sangat sulit, bahkan bisa dibilang hampir mustahil. Namun, kami datang ke Valencia dengan harapan dan target menjadi juara dunia. Tak boleh ada pemikiran sebaliknya," kata Dall'Igna seperti dikutip dari Bikesport.
Musim lalu pada MotoGP 2016, Dovizioso hanya menempati peringkat kelima klasemen akhir pembalap. Sementara itu, pabrikan asal Italia ini menutup musim di bawah Honda dan Yamaha pada klasemen konstruktor.
Namun musim ini, pembalap 31 tahun itu menjadi kandidat juara, dan Ducati menempati posisi kedua klasemen konstruktor di atas Yamaha, walau masih di bawah Honda. "Kami menjalani musim yang sangat luar biasa, namun tentu tak boleh menutup musim hebat ini setengah-setengah," ujar Dall'Igna.
Di penghujung musim, dia berharap Ducati bisa mampu menjadi yang terbaik. Ambisi ini wajar adanya, sebab terakhir kali pabrikan asal Italia itu menjadi jawara pada tahun 2007 saat masih ditunggangi pembalap asal Australia, Casey Stoner.
"Musim depan, kami ingin mengulangi pencapaian ini. Apakah kami terlalu ambisius? Ducati tampil di MotoGP untuk menjadi juara dunia," pungkas Dall'Igna.
Editor: Abdul Haris