Boaz Solossa Patah Hati Persipura Degradasi, Begini Pengakuan Sang Striker
DENPASAR, iNews.id - Striker kawakan Boaz Solossa patah hati lihat mantan timnya Persipura Jayapura degradasi. Pemain yang kini memperkuat Borneo FC itu mencurahkan kekecewaannya di media sosial.
Kenyataan Persipura turun kasta ke Liga 2 mengejutkan pecinta sepak bola Tanah Air. Sebab tim berjuluk Mutiara Hitam itu merupakan tim tradisional yang selalu meramaikan kasta teratas Liga Indonesia selama hampir tiga dekade.
Para mantan pemain Persipura turut bereaksi atas terbenamnya Persipura ke Liga 2 musim depan. Boaz Solossa yang sempat menjadi ikon Mutiara Hitam salah satu yang angkat bicara.
Boaz Solossa mengaku sampai kehabisan kata-kata ketika melihat mantan timnya turun kasta. Pesepak bola 36 tahun yang juga pernah menjadi bintang Timnas Indonesia itu berterima kasih kepada para pemain Persipura karena sudah berjuang keras meski akhirnya gagal.
4 Calon Tim Kejutan di Piala Dunia 2022, Salah Satunya Brasil dari Asia
“Habis kata-kata, terima kasih seluruh pemain, kalian sudah berjuang untuk keluarga dan masyarakat Papua,” kata Boaz melalui Instastory pada akun pribadinya, dikutip Jumat (1/4/2022).
“Tuhan Yesus akan perhitungkan jerih payah dan keringat kalian, kakak sayang dan cinta kalian semua, sampai mati,” ujarnya.
Marinus Wanewar Ngamuk Persipura Degradasi, Bikin Netizen Heboh
“Tuhan Yesus membantu kami mengerti setiap perkara yang terjadi dalam hidup ini,” kata Boaz pada slide selanjutnya.
Wajar jika hati Boaz Solossa remuk. Sebab dirinya punya banyak kenangan indah bersama Persipura sebelum pindah ke Borneo FC pada 1 Agustus 2021 silam.
Jadwal Orleans Masters 2022 Hari Ini: 4 Wakil Indonesia Beraksi di Perempat Final
Dia salah satu aktor yang berjasa membawa Persipura juara Liga 1 empat kali. Rinciannya yakni periode 2005, 2008/09, 2010/11 dan 2013.
Selama berseragam Merah Hitam, Boaz Solossa jadi mesin gol. Dia mengoleksi 45 gol dan 27 assist dari 135 penampilan.
Hasil Persita Vs Persipura: Mutiara Hitam Terluka, Menang Besar tapi Degradasi
Editor: Reynaldi Hermawan