Benny Dollo Tak Dimakamkan di Kampung Halaman Manado, Ternyata Ini Alasannya
PAMULANG, iNews.id - Benny Dollo tak dimakamkan di kampung halamannya Manado. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dikebumikan di TPU Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (4/2/2023) siang WIB.
TPU Pondok Benda memang terletak tidak jauh dari kediamannya yang berada di Pamulang Permai. iNews.id yang turut hadir ke prosesi pemakaman Benny Dollo, mencatat waktu tempuh hanya sekitar 15 menit saja dari rumah duka.
Azka selaku kerabat Bendol memaparkan alasan memakamkan eks pelatih Timnas Indonesia itu di Pamulang agar keluarga dapat dengan mudah untuk mengunjungi makamnya.
"Alasannya untuk lebih dekat dengan keluarga, jika ingin mengunjungi lebih dekat," ucap Azka kepada awak media termasuk iNews.id di TPU Pondok Benda, Sabtu (4/2/2023).
Hasil Liga Futsal Profesional: Ricardinho Bikin Gol, Pendekar United Bantai Unggul FC
Lebih lanjut, Azka juga mengenang sosok yang sudah dianggapnya sebagai ayahnya itu. Menurutnya, Benny Dollo merupakan sosok yang family man.
"Beliau dikenang insan sepak bola, sosok yang sangat mempedulikan keluarga," ujarnya.
Shin Tae-yong Angkat Bicara usai Indra Sjafri Ditunjuk Latih Timnas Indonesia U-23
Benny Dollo menghembuskan napas terakirnya di usia 72 tahun pada Rabu (1/2/2023) malam WIB. Diketahui, eks pelatih Persija Jakarta itu meninggal dunia karena sakit.
Persija Bakal Lepas Witan Sulaeman Kembali Berkarier di Eropa, Ini Syaratnya
Dia dikenal sebagai sosok pelatih yang cerdik dalam meracik strategi. Kurang dari 10 klub kenamaan Indonesia yang pernah dilatih pria yang akrab disapa Bendol itu.

Hasil Chelsea Vs Fulham: Pemain Termahal Liga Inggris Gagal Bantu The Blues Menang
Prestasi yang paling mencolok tercipta kala dia membawa Pelita Jaya juara pada 1988/1989, 1990, dan 1993/1994. Kemudian Bendol kembali moncer dengan membawa Arema juara Divisi Satu Liga Indonesia 2004 dan Copa Dji Sam Soe pada 2005 dan 2006.
Selain level klub, Benny Dollo juga pernah menulangi Timnas Indonesia sebanyak tigak kali. Yaitu pada 2000-2001, 2008-2010, dan 2015 sebagai pelatih interim. Dia membawa Skuad Garuda meraih gelar Piala Kemerdekaan 2008.
Editor: Reynaldi Hermawan