Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PSIM Yogyakarta Bangkit Gila-gilaan! Tertinggal 0-3, Laskar Mataram Paksa Bali United Imbang 3-3 
Advertisement . Scroll to see content

Bangkit dari 0-3, Van Gastel Justru Bongkar Krisis Komunikasi PSIM

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:00:00 WIB
Bangkit dari 0-3, Van Gastel Justru Bongkar Krisis Komunikasi PSIM
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel. (Foto: PSIM)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – PSIM Yogyakarta nyaris hancur setelah tertinggal 0-3 dari Bali United sebelum akhirnya memaksakan skor 3-3, namun pelatih Jean-Paul Van Gastel justru membunyikan alarm bahaya soal masalah struktural timnya. Duel pekan ke-23 Super League 2025-2026 itu berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam.

Laskar Mataram dipaksa bekerja ekstra keras. Hingga pertengahan babak kedua, PSIM tertinggal tiga gol dan berada di ambang kekalahan memalukan di kandang sendiri.

Van Gastel mengakui laga tersebut termasuk yang terberat musim ini. Saat gol ketiga Bali United bersarang, dia kehilangan harapan.

"Ini pertandingan yang sulit karena kita tertinggal di babak pertama. Kami merespons di babak kedua, tetapi justru kembali kebobolan,” kata Van Gastel dikutip dari laman resmi iLeague, Selasa (24/2/2026).

Hasil imbang 3-3 memang menyelamatkan muka PSIM Yogyakarta. Namun bagi Van Gastel, skor akhir tidak menutup persoalan utama di dalam tim.


Van Gastel Bongkar Masalah Struktural

Pelatih asal Belanda itu menilai timnya memiliki persoalan komunikasi yang berdampak langsung pada kebobolan.

"Saya rasa masalah tim saat ini bersifat struktural, salah satunya komunikasi antarpemain. Jika mencermati proses kebobolan awal, seolah-olah kita memberikan kesempatan tersebut secara cuma-cuma kepada lawan,” ujar dia.

Ucapan tersebut menjadi sinyal keras. Van Gastel melihat gol-gol Bali United lahir akibat kelengahan dan koordinasi yang buruk.

Pada babak kedua, dia mengambil risiko dengan memasang dua striker sekaligus. Perubahan itu membuat PSIM lebih agresif dan mendominasi sisi lapangan.

"Hal berbeda kita lakukan pada paruh kedua adalah bermain menyerang dengan menempatkan dua striker secara bersamaan. Di sisi lapangan kita menang jumlah pemain sehingga tim bisa menembus sepertiga akhir pertahanan lawan secara mudah,” jelas dia.

PSIM juga diuntungkan kartu merah yang diterima Joao Ferarri. Keunggulan jumlah pemain memberi ruang bagi Laskar Mataram untuk menekan hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Tambahan satu poin membuat PSIM Yogyakarta mengoleksi 33 poin dari 22 pertandingan. Mereka berada di peringkat ketujuh dengan delapan kemenangan, sembilan hasil imbang, dan lima kekalahan.

Pada laga berikutnya, PSIM Yogyakarta akan menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (27/2/2026). Laga tersebut menjadi ujian berikutnya bagi Van Gastel untuk membuktikan timnya tidak lagi “memberi gol gratis” kepada lawan.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut