Arteta Kecewa Berat Arsenal Gagal Amankan Kemenangan Lawan Wolverhampton
WOLVERHAMPTON, iNews.id – Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Inggris 2025-2026 di Molineux Stadium, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat pelatih Mikel Arteta mengakui timnya pantas disalahkan sendiri.
Hasil ini memangkas jarak dengan Manchester City menjadi lima poin. Padahal Arsenal sudah memainkan satu laga lebih banyak.
Arsenal memulai laga dengan dominan. Bukayo Saka mencetak gol kelimanya musim ini dan membawa The Gunners unggul lebih dulu.
Keunggulan bertambah pada menit ke-56 atau 11 menit setelah babak kedua dimulai. Piero Hincapie mencetak gol pertamanya untuk klub dan membuat Arsenal memimpin 2-0.
MU Tantang Arsenal Kejar Bastoni, Onana Bisa Jadi Senjata Negosiasi
Namun Wolves bangkit. Hugo Bueno memperkecil ketertinggalan lewat gol spektakuler sesaat setelah laga melewati satu jam permainan.
Drama memuncak saat Tom Edozie, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol penyama pada debutnya. Gol telat itu mengubah skor menjadi 2-2 dan mengguncang harapan juara Arsenal.
Saka Jadi Nomor 10? Kejutan Arteta Bisa Guncang Perburuan Gelar Arsenal
Dalam tujuh pertandingan liga terakhir, Arsenal hanya meraih dua kemenangan. Tren ini menambah tekanan di tengah persaingan ketat di papan atas.
MU dan Arsenal Berebut Bintang AC Milan Seharga Rp1,59 Triliun
Usai pertandingan, Mikel Arteta tidak hanya menyoroti hasil akhir, tetapi juga cara timnya kehilangan kendali permainan. Dia menilai Arsenal gagal menjaga intensitas dan standar kompetitif setelah unggul dua gol, sebuah situasi yang tidak boleh terjadi dalam persaingan gelar.
Menurut dia, penurunan kualitas permainan di babak kedua menjadi faktor utama kegagalan mengamankan kemenangan. Arsenal dinilai terlalu mudah kehilangan momentum dan tidak mampu mengontrol tempo seperti yang dibutuhkan tim pemuncak klasemen.
Arsenal Menang 4-0, Tapi Arteta Cemas! Badai Cedera Ancam Perburuan Gelar
“Sangat kecewa dengan hasilnya dan cara pertandingan berakhir, tetapi kami harus menyalahkan diri sendiri,” ujar Arteta, dikutip dari Independent.
Dia menegaskan performa babak kedua tidak memenuhi ekspektasi. “Penampilan di babak kedua tidak menunjukkan apa pun yang mendekati standar yang dibutuhkan di liga ini untuk menang. Ini momen mengecewakan, kami ingin banyak bicara soal perasaan kami, tetapi ini bukan waktunya.”
Arteta juga menekankan pentingnya menerima kritik. Dia menilai tim di posisi puncak harus siap menerima tekanan dan konsekuensi ketika gagal tampil maksimal.
“Ketika Anda berada di level ini dan di puncak, Anda harus menerima pukulan itu, hari ini kami pantas mendapatkannya. Pada hari Minggu kami punya pertandingan besar,” tuturnya.
Dia menambahkan Arsenal tidak pernah benar-benar menguasai pertandingan meski unggul dua gol. “Itu terjadi momen demi momen. Bahkan setelah kami mencetak gol kedua, kami tidak pernah benar-benar menguasai pertandingan, itulah kenyataannya.”
Arteta meminta para pemain membalas kritik di lapangan. “Pertanyaan apa pun, kritik, opini, Anda harus menerimanya hari ini. Terima saja semuanya karena kami tidak tampil di level yang dibutuhkan. Cara membalasnya adalah di lapangan pada hari Minggu.”
Sementara itu, pelatih Wolves Rob Edwards memuji karakter timnya. “Menyenangkan bisa mencetak gol penyeimbang di akhir, terutama ketika Anda tertinggal 2-0 melawan tim seperti itu.”
Dia menilai timnya tidak kehilangan keyakinan. “Kami menghadapi Arsenal, semua orang perlu melihatnya dengan perspektif. Kami bertahan dalam pertandingan dan itu penting. Kami menunjukkan keyakinan dan karakter.”
Hasil ini menjadi pukulan psikologis bagi Arsenal jelang laga besar berikutnya. Bagi Wolves, satu poin terasa seperti kemenangan setelah tertinggal dua gol.
Editor: Abdul Haris