Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kontroversi VAR West Ham vs Arsenal, Aturan Liga Inggris Terancam Berubah
Advertisement . Scroll to see content

Arsenal Nyaris Kehilangan Gelar, Gol West Ham Dianulir Setelah Dicek 17 Kali

Senin, 11 Mei 2026 - 14:07:00 WIB
Arsenal Nyaris Kehilangan Gelar, Gol West Ham Dianulir Setelah Dicek 17 Kali
Eks wasit Premier League Mark Halsey menilai keputusan menganulir gol West Ham ke gawang Arsenal sudah tepat setelah terjadi pelanggaran terhadap David Raya. (Foto: Give Me Sport)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Gol dramatis West Ham United ke gawang Arsenal terus memicu kontroversi panas di Premier League. Namun mantan wasit top Liga Inggris, Mark Halsey, justru menegaskan keputusan VAR menganulir gol tersebut sudah tepat.

Insiden itu terjadi pada laga Arsenal kontra West Ham di London Stadium. Callum Wilson sempat mencetak gol penyeimbang di detik-detik akhir pertandingan setelah bola dipastikan melewati garis gawang melalui teknologi goal-line.

Akan tetapi, gol tersebut akhirnya dianulir usai pemeriksaan VAR yang berlangsung lebih dari dua setengah menit. Wasit Chris Kavanagh bahkan meninjau tayangan ulang hingga 17 kali sebelum mengambil keputusan final.

VAR kemudian menyatakan penyerang West Ham, Pablo, melakukan pelanggaran terhadap kiper Arsenal David Raya. Keputusan itu membuat Arsenal tetap menjaga posisi penting dalam persaingan gelar juara Premier League.

Eks Wasit Bela Keputusan VAR

Mark Halsey, mantan wasit Premier League selama 12 tahun, ikut angkat bicara terkait polemik tersebut. Dalam wawancara bersama SunSport, dia menilai tim wasit sudah mengambil keputusan yang benar.

“Kami punya masalah besar musim ini, termasuk inkonsistensi dari para ofisial ketika melihat pelanggaran saling tarik dan dorong di area penalti,” kata Halsey.

Dia menilai situasi sepak pojok West Ham memang berlangsung kacau karena banyak pemain terlibat kontak fisik di kotak penalti Arsenal.

“Sesuatu harus terjadi, kita harus menghentikan ini. Kita semua tahu dalam situasi seperti itu ketika gol tercipta maka akan diperiksa sesuai protokol. Dalam situasi ini, West Ham sudah mengerahkan segalanya demi mencari gol penyeimbang, dan ketika bola datang dari sepak pojok, semuanya terjadi di area penalti. Ada sekitar 10, 11, 12 pelanggaran,” ujarnya.

Halsey juga menyoroti pelanggaran paling jelas yang dilakukan Pablo terhadap David Raya. Selain itu, dia melihat Jean-Clair Todibo ikut menarik jersey sang kiper hingga mengganggu pergerakannya.

“Tetapi Anda melihatnya dan menghukum pelanggaran yang paling terlihat. Ketika Anda melihat tayangannya, terlihat jelas Pablo menghalangi David Raya. Sangat jelas terlihat. Bukan cuma itu, Anda juga bisa melihat Jean-Clair Todibo memegang jersey Raya dan menariknya ke bawah,” ucap Halsey.

Dia memahami sulitnya Chris Kavanagh melihat seluruh kejadian tersebut secara langsung di lapangan. Karena itu, Halsey menilai keberadaan VAR memang sangat penting untuk membantu pengambilan keputusan dalam momen krusial.

Dampak Besar untuk Arsenal dan West Ham

Keputusan tersebut memberi dampak besar bagi kedua tim. West Ham kini masih terpaut satu poin dari zona aman dengan waktu kompetisi yang semakin menipis.

West Ham masih harus menghadapi Newcastle United di St James’ Park sebelum menutup musim melawan Leeds United. Meski mampu memenangkan dua laga tersisa, mereka tetap bergantung pada hasil Tottenham Hotspur dalam tiga pertandingan terakhir.

Sementara itu, Arsenal semakin dekat menuju gelar Premier League. The Gunners kini unggul lima poin atas Manchester City yang sebelumnya gagal menang usai bermain imbang 3-3 melawan Everton.

Arsenal juga berpeluang mencetak sejarah musim ini. Selain menjaga peluang juara Liga Inggris, tim asuhan Mikel Arteta akan menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 30 Mei mendatang, kompetisi yang belum pernah mereka menangkan sepanjang sejarah klub.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut