Andrea Pirlo Sebut Mantan Pemainnya Ini Terbaik Dunia: Teladan dalam Segala Hal!
TURIN, iNews.id – Andrea Pirlo menyebut salah satu mantan pemainnya merupakan terbaik dunia. Menurutnya, pemain tersebut seorang profesional sejati yang layak jadi panutan.
Karier kepelatihan Pirlo memang tak sementereng prestasinya sebagai pemain. Meski begitu, dia beruntung, karena pernah mendapat kesempatan menukangi bintang-bintang kelas dunia.
Pirlo mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA Pro pada Agustus 2019. Setahun berselang, dia ditunjuk menjadi pelatih Juventus U-23 yang bermain di Serie C.
Nasib mujur membawanya ke jenjang lebih tinggi dalam waktu sekejap. Sembilan hari usai jadi arsitek Juventus U-23, dia malah dipercaya menukangi tim utama Juventus menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat.
Andrea Pirlo Jadi Pelatih Sampdoria, Sang Maestro Siap Bawa La Samp Balik Serie A

Dari situlah awal dia menjadi pelatih dari bintang-bintang top dunia. Sebut saja Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, Alvaro Morata, Federico Chiesa, Adrien Rabbiot, Aaron Ramsey dan lainnya.
Namun, satu pemain yang membuatnya terkesan. Dia adalah Cristiano Ronaldo. Menurut Pirlo, melatih kapten Timnas Portugal itu membuatnya bangga karena bisa belajar banyak hal dari pribadinya yang sangat luar biasa.
5 Pesepak Bola yang Ternyata Bersinar setelah Pindah Posisi, Bale hingga Pirlo
Pirlo juga menyebut, mantan pemain terbaik dunia lima kali itu adalah sosok atlet yang sangat profesional dalam segala hal. Menurutnya, megabintang berjuluk CR7 itu, melakukan segalanya dengan penuh tanggung jawab.
“Melatih Ronaldo membuat Anda memahami bagaimana menjadi nomor 1 di dunia,” ucap Pirlo kepada Radio TV Serie A, dikutip dari Gazzetta dello Sport, Kamis (7/12/2023).
5 Pemain Top Ini Ternyata Berasal dari Keluarga Kaya Raya, Andrea Pirlo hingga Keluarga Kesultanan
“Dia adalah seorang profesional teladan dalam segala hal: mulai dari makan, pemulihan, hingga pelatihan itu sendiri,” tuturnya. 
Ya, bukan rahasia lagi bagaimana cara Ronaldo menjaga kondisi kebugarannya. Dia sangat disiplin dalam kehidupannya, seperti tak minum alkohol, minuman bersoda, dan juga tak memakan junk food.
Sayang, bersama Ronaldo, Pirlo gagal membawa Juve meraih scudetto Liga Italia. Dia hanya bisa menghadirkan trofi Coppa Italia dan Piala Super Italia. Akhirnya, Juve memecatnya sebagai pelatih.
“Melatih Juve adalah pengalaman yang indah. Ini adalah perjalanan bersama tim muda dan baru; saya tidak menyesal,” ujar Pirlo.
Setelah menganggur setahun, akhirnya Pirlo menerima tawaran klub Turki Fatih Karagümrük pada 2022-2023 sebelum akhirnya kembali ke Italia untuk melatih Sampdoria musim ini.
Editor: Abdul Haris