Andrea Pirlo Masuk Bursa Pelatih Timnas Italia, Eks Pejabat FIGC Beri Peringatan Keras
ROMA, iNews.id – Andrea Pirlo dinilai sebagai pilihan berisiko untuk menjadi pelatih baru Timnas Italia setelah Azzurri tiga kali beruntun gagal lolos ke Piala Dunia.
Peringatan itu disampaikan mantan Direktur Jenderal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Antonello Valentini. Dia menilai Italia membutuhkan sosok berpengalaman yang mampu memberikan kepastian dalam membangun era baru.
Pirlo masuk dalam daftar empat kandidat yang kabarnya disusun Presiden FIGC, Giovanni Malagò. Tiga nama lainnya adalah Roberto Mancini, Antonio Conte, dan Pep Guardiola.
Valentini menilai Mancini dan Conte sebagai pilihan paling aman. Sementara itu, Pirlo dianggap masih menyimpan risiko besar untuk tim nasional yang sedang berusaha bangkit dari rangkaian kegagalan.
“Bagi saya, Pirlo adalah perjudian dan kami tidak mampu mengambil perjudian. Mancini dan Conte adalah dua kepastian,” kata Valentini kepada radio TuttoMercatoWeb.
Valentini tidak meragukan kualitas Guardiola sebagai pelatih. Namun, dia menilai karakter kerja pelatih asal Spanyol tersebut lebih cocok diterapkan di level klub.
“Guardiola adalah pelatih hebat, tetapi tidak cocok untuk tim nasional karena dia membutuhkan waktu dan pekerjaan harian yang intens. Sebuah tim nasional rata-rata berkumpul setiap 45 hingga 50 hari,” ujarnya.
Jadwal Timnas Italia juga dinilai tidak memberikan ruang untuk melakukan percobaan. Azzurri akan menjalani enam pertandingan UEFA Nations League menghadapi Belgia, Turki, dan Prancis pada musim gugur.
Setelah rangkaian pertandingan tersebut, Italia harus bersiap menghadapi pengundian kualifikasi Euro 2028 pada Desember. Valentini pun meminta FIGC memilih pelatih yang sudah terbukti.
“Kami tidak bisa lagi berjudi. Kami harus memilih kepastian,” katanya.
Valentini kemudian membahas kekurangan yang masih melekat pada Conte dan Mancini. Meski begitu, kedua pelatih tersebut tetap berada di posisi teratas dalam daftar pilihannya.
“Conte jelas merupakan pelatih pemenang, tetapi dia harus berdamai dengan dirinya sendiri. Federasi tidak membutuhkan pelatih untuk dua tahun atau 18 bulan, melainkan membutuhkan seseorang untuk membuka era teknis baru,” ucapnya.
Mancini juga memiliki catatan kontroversial setelah meninggalkan Timnas Italia untuk menerima pekerjaan di Arab Saudi pada 2023. Valentini meminta publik tidak terus menghukum mantan pelatih Manchester City tersebut.
“Cukup dengan hukuman etis seumur hidup ini. Dia memahami telah melakukan kesalahan, menyesal, dan meminta maaf. Dia memenangi Piala Eropa serta mencatatkan 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan,” tuturnya.
Keputusan akhir kini berada di tangan Malagò dan Direktur Teknik baru Italia, Paolo Maldini. Penunjukan Maldini bersama penasihat Leonardo pada pekan lalu menjadi langkah awal dalam pembangunan ulang sepak bola Italia.
FIGC membutuhkan keputusan tepat setelah Azzurri gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Bagi Valentini, Mancini dan Conte menjadi dua kandidat yang paling layak membuka lembaran baru Timnas Italia.
Editor: Abdul Haris