Amorim Pastikan Bayindir Starter di Derby Manchester, Singgung Nama Van der Sar
MANCHESTER, iNews.id – Pelatih Manchester United Ruben Amorim memastikan Altay Bayindir akan menjadi starter di bawah mistar gawang saat menghadapi Manchester City dalam laga derby akhir pekan ini. Sang arsitek secara tegas menegaskan keputusannya untuk tetap memberikan kepercayaan penuh kepada kiper asal Turki tersebut meski performanya sempat menuai kritik.
Man United akan sowan ke Etihad Stadium, markas Manchester City, pada derby yang digelar Minggu (14/9/2025) malam WIB. Amorim sudah menunjuk Bayindir bakal menjadi starter di laga tersebut.
Bayindir sejauh ini selalu dimainkan sejak awal musim Liga Inggris 2025-2026. Meski menghadirkan kontroversi atas beberapa aksinya, Amorim menilai penting untuk mempertahankan konsistensi di posisi penjaga gawang.
"Altay (Bayindir) akan terus bermain karena kami membutuhkannya," kata Amorim, dikutip dari Sky Sports, Sabtu (13/9/2025). "Laga ini jelas. Altay akan menjadi starter. Itu bentuk kepercayaan kepada Altay."
Ruben Amorim Frustrasi, Manchester United Usir Andre Onana ke Turki
Pelatih asal Portugal itu bahkan menyamakan situasi Bayindir dengan masa lalu klub saat masih mencari sosok kiper yang stabil sebelum akhirnya Edwin van der Sar datang. Amorim berharap Bayindir bisa menjadi jawaban jangka panjang di posisi kiper.
"Minggu ini saya berharap bisa melihat Altay Bayindir tampil baik seperti Van der Sar," ujarnya.
Manchester United Resmi Boyong Senne Lammens, Harapan Baru di Bawah Mistar
Meski begitu, Bayindir masih harus membuktikan diri. Pada laga pembuka melawan Arsenal, dia dianggap terlalu mudah dilewati Ricardo Calafiori yang mencetak gol tunggal kemenangan tim tamu. Begitu pula saat menghadapi Burnley, ketika dia menepis bola tepat ke jalur Jaidon Anthony sebelum akhirnya Man United menang tipis 3-2.
Manchester United Lepas Sancho ke Aston Villa, Hojlund ke Napoli
Beberapa pendukung sempat menyerukan agar kiper anyar Senne Lammens diberi kesempatan tampil. Namun, Amorim menegaskan pendekatannya adalah membangun stabilitas, bukan sekadar merespons tekanan publik. Menurutnya, klub besar seperti Man United selalu menuntut adaptasi tinggi, bahkan bagi pemain berkualitas dunia.
Situasi ini juga tidak lepas dari hengkangnya Andre Onana yang dipinjamkan ke Trabzonspor selama satu musim. Amorim menegaskan keputusan itu bukan semata akibat performa buruk Onana di laga terakhir.
"Onana menunjukkan di Inter bahwa dia adalah kiper top. Terkadang sesuatu tidak berjalan baik di lingkungan tertentu, pada momen tertentu. Kami merasa ini adalah saat yang tepat untuk membuat perubahan di posisi itu," ungkapnya.
Amorim mengaku lebih senang melihat skuadnya saat ini usai bursa transfer ditutup. Man United mengeluarkan dana besar sekitar 232,4 juta poundsterling (sekitar Rp4,63 triliun) untuk mendatangkan nama-nama baru seperti Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. Di sisi lain, beberapa pemain pergi termasuk Marcus Rashford, Rasmus Hojlund, dan Jadon Sancho yang dipinjamkan, serta Antony dan Alejandro Garnacho yang hengkang permanen.
Menurut Amorim, keluarnya United dari Liga Europa juga membawa sisi positif karena jadwal lebih longgar sehingga tim punya waktu latihan lebih banyak.
"Ini akan memakan waktu, tetapi kami lebih baik," katanya. Amorim menilai kekalahan di final Eropa justru memberi kesempatan membangun fondasi yang lebih kuat bagi tim.
Dia menambahkan, sekarang tim bisa lebih fokus pada detail strategi dan memperbaiki kesalahan dari pertandingan sebelumnya.
"Kami akan menggunakan setiap menit untuk meningkatkan fondasi kami. Untuk memiliki cara bermain kami agar siap beradaptasi, agar mereka memahami setiap detail posisi mereka," jelasnya. Dengan bekal itu, Amorim optimistis Man United akan tampil lebih matang menghadapi laga panas di Etihad Stadium.
Editor: Abdul Haris