Alvaro Arbeloa Pasrah Dipecat usai Real Madrid Hancur Tanpa Gelar
MADRID, iNews.id - Alvaro Arbeloa mengaku siap menerima keputusan Real Madrid setelah timnya kembali gagal meraih trofi musim ini. Pelatih Los Blancos tersebut juga mengambil tanggung jawab penuh atas rentetan hasil buruk yang dialami klub.
Pernyataan itu disampaikan Arbeloa setelah Real Madrid mengalami kekalahan penting yang membuat peluang mereka meraih gelar semakin tertutup. Dia menilai laga tersebut menjadi titik paling menentukan dalam perjalanan musim Madrid.
Arbeloa juga menyoroti kartu kuning kedua Eduardo Camavinga yang diberikan karena dianggap membuang waktu. Menurut dia, keputusan tersebut tidak adil dan sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Arbeloa tetap memuji perjuangan para pemain Real Madrid. Dia menegaskan timnya sudah memberikan segalanya di lapangan.
Mauricio Souza Ngamuk Usai Persija Dibungkam Persib, Soroti Kesalahan Fatal
“Saya adalah orang yang bertanggung jawab atas kekalahan ini dan saya akan selalu menerima konsekuensi dari hal tersebut,” kata Arbeloa.
“Saya sangat bangga kepada para pemain. Ini adalah Real Madrid. LaLiga sangat sulit. Kami harus terus berjuang sampai pertandingan terakhir. Kami punya lambang klub yang harus dibela,” sambungnya.
Barcelona Juara Liga Spanyol, Hansi Flick Dampingi Tim Meski Ayahnya Baru Meninggal Dunia
Pelatih asal Spanyol itu mengaku sangat terpukul dengan hasil yang diraih timnya. Menurut dia, kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan bagi seluruh skuad.
“Kami merasa sangat kecewa, sangat marah, sangat terpukul. Ini terasa seperti pertandingan yang menentukan musim kami,” ujar Arbeloa.
Resmi! Barcelona Juara Liga Spanyol usai Hancurkan Real Madrid
Arbeloa juga berbicara terbuka mengenai masa depannya di Santiago Bernabeu. Dia memahami risiko besar melatih Real Madrid, terutama setelah klub gagal meraih satu pun trofi musim ini.
Sebelumnya, Manuel Pellegrini dan Zinedine Zidane juga meninggalkan kursi pelatih setelah menjalani musim tanpa gelar bersama Los Blancos. Situasi itu membuat posisi Arbeloa kini berada dalam tekanan besar.
“Saya akan memahami keputusan apa pun yang dibuat klub. Saya adalah orang Real Madrid sepenuhnya. Saya sangat peduli dengan klub ini, para pemain dan para pendukung jauh lebih besar dibanding diri saya sendiri,” ucap Arbeloa.
“Tujuan saya ketika menjadi pelatih tim ini bukan untuk membuktikan kalau saya pelatih hebat, tetapi untuk membantu para pemain dan berada di sisi mereka serta membantu klub. Saya akan melakukan itu sampai hari terakhir saya memimpin tim ini,” lanjutnya.
Arbeloa menegaskan dirinya sudah melakukan segala cara untuk membantu Real Madrid meraih kemenangan musim ini. Namun dia tetap menyerahkan seluruh keputusan kepada manajemen klub.
“Saya merasa sudah melakukan semua yang saya bisa untuk membantu tim ini menang. Saya melakukan semua yang saya mampu setiap hari,” katanya.
“Saya akan menghormati keputusan klub. Tetapi saya tidak memikirkan hal itu sekarang. Itu keputusan klub. Saya adalah orang klub dan yang saya inginkan hanya Madrid menang, siapa pun pelatihnya,” tutur Arbeloa.
Editor: Reynaldi Hermawan