Alonso Ambisius! Chelsea Sepakat Gaet Mantan Jenderal Lapangan Tengah Arsenal
LONDON, iNews.id – Chelsea mencapai kesepakatan penuh untuk merekrut Granit Xhaka. Ini menjadi langkah awal Xabi Alonso merombak skuad barunya di Stamford Bridge.
Langkah ini menegaskan perubahan arah kebijakan transfer Chelsea. Manajemen klub memberi Alonso ruang lebih besar dalam urusan rekrutmen, berbeda dari era pelatih sebelumnya yang minim pengaruh dalam menentukan pemain.
Skuad Chelsea dinilai kaya talenta muda, namun kekurangan sosok berpengalaman yang mampu mengendalikan situasi krusial di lapangan. Alonso langsung menargetkan solusi instan dengan memboyong pemain bermental pemimpin.
Chelsea kini disebut mendekati tahap akhir perekrutan Granit Xhaka, gelandang berpengalaman yang tampil penting bersama Sunderland musim lalu hingga membawa klub itu lolos ke kompetisi Eropa secara mengejutkan.
Meski berusia 33 tahun dan berada di fase akhir karier, Xhaka masih menunjukkan kapasitas tinggi untuk bersaing di Premier League. Alonso secara personal mendorong transfer ini karena menilai Xhaka mampu memberi stabilitas instan.
Jurnalis transfer Florian Plettenberg mengungkapkan kesepakatan tersebut melalui media sosial.
“Granit Xhaka dan Chelsea sudah mencapai kesepakatan lisan penuh terkait transfer. Persyaratan pribadi sepenuhnya disepakati. Chelsea sudah menjalin komunikasi dengan Sunderland. Xabi Alonso mendorong keras perekrutan Xhaka,” tulis Plettenberg.
Minimnya pengalaman menjadi masalah Chelsea dalam beberapa musim terakhir. Perekrutan Xhaka dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pemimpin di ruang ganti sekaligus pengatur tempo permainan di lapangan.
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, sebelumnya menyoroti peran vital Xhaka dalam timnya.
“Untuk kompetitif di level ini, kamu harus menguasai performa di lapangan. Granit sangat membantu karena dia bisa mengelola banyak elemen permainan. Dia memberi harapan dan keyakinan kami bisa menang. Dia menunjukkannya, dia menyampaikannya di ruang ganti,” ujarnya.
Le Bris menilai kehadiran Xhaka membuat tim lebih mandiri.
“Target saya sebagai pelatih bukan menjadi sosok utama. Saya ingin memberi pengetahuan, kekuatan, dan tanggung jawab kepada skuad karena pertandingan harus dikelola secara real time,” lanjutnya.
Dia juga menekankan standar tinggi yang ditetapkan Xhaka.
“Dia menetapkan standar. Ini mungkin hal terpenting. Dia selalu berada di level tertinggi, jadi dia tidak perlu banyak bicara, cukup menunjukkan. Itu sangat penting,” katanya.
Alonso sendiri sudah lama mengagumi Xhaka. Saat masih menangani Bayer Leverkusen, dia menyebut Xhaka sebagai pemain kunci dan pelatih di lapangan. Alonso menilai kehadiran gelandang Swiss itu membuat pekerjaannya di bangku cadangan jauh lebih mudah.
Jika transfer ini rampung, Chelsea tidak sekadar mendapatkan gelandang, tetapi figur sentral yang bisa mempercepat transformasi tim di bawah kendali Xabi Alonso.
Editor: Reynaldi Hermawan